Percy Bysshe Shelley lahir pada tanggal 4 Agustus 1792 di Field Place, Warnham, Sussex, Inggris, dan tumbuh sebagai salah satu tokoh sastra paling berpengaruh dari era Romantis. Berdasarkan pengamatan Kabayan News, karya-karya penyair ini kerap mencerminkan pandangan radikal terhadap struktur politik, agama, serta norma sosial yang berlaku pada masa itu.
Sebagai putra seorang anggota parlemen Inggris, masa kecil Shelley diisi dengan minat besar terhadap dunia membaca dan ilmu pengetahuan. Namun, perjalanan pendidikannya diwarnai berbagai kontroversi, termasuk pengeluarannya dari Universitas Oxford akibat keterlibatannya dalam penulisan risalah anti-agama.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKehidupan pribadi sang penyair juga diwarnai sejumlah krisis keluarga serta keputusan kontroversial, seperti pernikahannya dengan Harriet Westbrook sebelum kemudian mengasingkan diri ke Italia. Di negara tersebut, ia tetap produktif menghasilkan karya sastra agung bersama istri keduanya, Mary Shelley, yang terkenal lewat novel Frankenstein.
Meskipun semasa hidupnya ia tidak meraih ketenaran masif, pengakuan atas kejeniusan sastra Shelley melonjak drastis setelah kematiannya akibat kecelakaan perahu pada tahun 1822. Warisan pemikirannya terus hidup dan menginspirasi generasi penyair serta tokoh revolusioner dunia berikutnya.