Kapur barus dengan nama latin Dryobalanops aromatica merupakan spesies tumbuhan langka anggota famili Dipterocarpaceae yang tumbuh di hutan hujan tropis Sumatra, Semenanjung Malaysia, dan Kalimantan.
Tumbuhan ini dikenal juga sebagai kamper sumatra, kamper melayu, atau kamper borneo karena menghasilkan getah bening berkristal dengan aroma khas layaknya rempah-rempah.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeNama aromatica sendiri berasal dari bahasa Latin yang berarti rempah-rempah, merujuk pada bau damar atau resin kuat dari getah pohon tersebut.
Pohon ini tumbuh menjulang tinggi hingga mencapai 65 meter bahkan 75 meter dengan karakteristik batang berkayu keras dan sangat berat.
Pemanfaatan Kayu Kapur dan Asal Usul Nama
Komoditas kristal ini pernah menjadi barang paling berharga setara emas bagi para pedagang asal Arab dan Mesir ketika mengunjungi wilayah Barus di Sumatera Utara dahulu.
Selain menghasilkan kristal kamper, bagian batang pohon ini juga dimanfaatkan secara luas sebagai material konstruksi bangunan berat.
Kayu pohon tersebut memiliki kualitas unggul karena terkenal awet dan kokoh, sehingga diperjualbelikan dengan nama dagang kayu kapur di pasaran.
Penyebutan nama kapur sendiri diduga kuat berasal dari kata serapan kafur, istilah untuk kamper yang digunakan pedagang Timur Tengah tempo dulu.