Profil Profesor Soetedjo mengupas tuntas perjalanan hidup sang guru besar teknik sipil Institut Teknologi Bandung yang memegang peranan krusial dalam sejarah berdirinya perguruan tinggi teknik terkemuka di tanah air.
Lahir pada tanggal 19 Januari 1901 dan wafat pada 25 April 1981, Soetedjo merupakan salah satu intelektual bumiputera terdepan pada masa kolonial Belanda yang menorehkan tinta emas di dunia pendidikan tinggi teknik.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePerjalanan akademis Soetedjo bermula setelah ia menyelesaikan pendidikannya di Koning Willem III School te Batavia atau HBS Salemba pada tahun 1921 sebagai lulusan yang cemerlang.
Ia kemudian melanjutkan studi ke Technische Hoogeschool te Bandoeng yang kelak bertransformasi menjadi Institut Teknologi Bandung bersama rekan seangkatannya, Mas Hoedioro.
Jejak Kepemimpinan dan Presidium ITB
Setelah melewati masa studi penuh tantangan dengan satu kali mengulang di tingkat empat, Soetedjo berhasil meraih gelar insinyur teknik sipil pada tanggal 25 Mei 1926.
Keberhasilan tersebut berlanjut pada perayaan Dies Natalis ke-6 TH Bandung tanggal 3 Juli 1926 ketika ia diwisuda bersama 18 insinyur lainnya di bawah pimpinan Fakultas Prof. Jacob Clay.
Profesor Soetedjo diangkat menjadi Anggota Presidium Institut Teknologi Bandung untuk menjalankan tugas administrasi penyelenggaraan kampus sejak peresmian tanggal 2 Maret 1959.
Bersama para tokoh akademik lainnya dalam struktur presidium, ia memimpin masa transisi penting sebelum akhirnya estafet kepemimpinan diserahkan kepada Rektor ITB definitif.