Profil Sudono Salim atau Liem Sioe Liong sebagai raja bisnis pendiri Salim Group mencatatkan sejarah panjang dalam dunia perekonomian Indonesia. Berdasarkan catatan historis, ia lahir di Fuqing, Fujian, Republik Tiongkok pada 19 Juli 1916 dan merantau ke Hindia Belanda saat berusia 20-an tahun untuk menyusul kakaknya.
Perjalanan karier sang taipan bermula dari bawah saat bekerja sebagai karyawan pabrik kerupuk di Kudus sebelum beralih menjadi bandar cengkih terbesar. Sebagaimana dilaporkan dalam berbagai catatan sejarah, kiprah bisnisnya melesat pesat setelah ia menjadi penyedia logistik bagi tentara Indonesia dan membangun kedekatan erat dengan Presiden Soeharto.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeTim redaksi mengamati bahwa kesuksesan Liem mencapai puncaknya ketika ia mendirikan Salim Group dengan kepemilikan yang mencakup berbagai sektor strategis. Berdasarkan analisis awak media, gurita bisnis tersebut meliputi Bogasari Flour Mills, Bank Central Asia, Indofood, Indocement, hingga jaringan ritel modern Indomaret.
Kendati demikian, imperium bisnis raksasa tersebut sempat menghadapi ujian berat ketika krisis moneter dan kerusuhan melanda Jakarta pada tahun 1998. Rumah pribadinya di kawasan Gunung Sahari hancur dijarah massa, memaksa dirinya mengalihkan kepengurusan bisnis kepada sang anak Anthony Salim dan menetap di Singapura hingga akhir hayatnya.
Berdasarkan rekam jejak pengabdiannya, Sudono Salim tutup usia di Singapura pada tanggal 10 Juni 2012 dalam usia 95 tahun. Kepemimpinan bisnis keluarga diteruskan oleh anak serta menantunya, sementara warisan imperium usahanya tetap menjadi fondasi penting perekonomian nasional hingga saat ini.