Profil novel Wuthering Heights mengulas karya sastra legendaris karya penulis Inggris Emily Brontë yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1847. Berdasarkan catatan sejarah sastra, novel ini awalnya meluncur ke publik dengan menggunakan nama pena Ellis Bell.
Cerita dalam novel berfokus pada dua perkebunan dataran tinggi serta keluarga pemilik tanah di kawasan West Yorkshire moors, yakni keluarga Earnshaw dan keluarga Linton. Sebagaimana dilaporkan dari berbagai sumber literatur, narasi menyoroti hubungan penuh gejolak bersama anak angkat keluarga Earnshaw bernama Heathcliff.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa karya sastra ini digerakkan oleh tema cinta, kepemilikan, balas dendam, serta rekonsiliasi. Novel tersebut mendapat pengaruh besar dari aliran Romantisme dan fiksi Gotik sehingga dinobatkan sebagai salah satu karya klasik sastra Inggris.
Penerbit Thomas Newby menerima naskah novel ini bersama karya Anne Brontë berjudul Agnes Grey sebelum kesuksesan novel karya saudari mereka Charlotte Brontë berjudul Jane Eyre. Edisi cetak pertama di Amerika Serikat kemudian dirilis pada bulan April 1848 melalui penerbit Harper & Brothers di New York.
Meskipun ulasan pada masa sezamannya terpolarisasi akibat penggambaran kekejaman mental maupun fisik, novel ini kini diakui sebagai salah satu karya tulis terbesar dalam bahasa Inggris. Berbagai adaptasi lintas media telah lahir dari kepopuleran kisah klasik tersebut hingga saat ini.