Krisis komunikasi dalam proyek rehabilitasi Jembatan Ketungau 1 di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, mendadak menjadi sorotan tajam publik. Sebagaimana diwartakan oleh Kalbar Post, aktivitas pekerjaan pembangunan di lapangan menuai protes karena berjalan tanpa kejelasan informasi dasar bagi masyarakat.
Berdasarkan laporan media, warga setempat mengeluhkan ketiadaan papan proyek, rincian anggaran, serta identitas pelaksana pekerjaan yang seharusnya menjadi hak publik. Situasi tersebut memicu keresahan luas yang dengan cepat menyebar melalui percakapan di grup WhatsApp warga.
Tokoh pemuda perbatasan, Noven, melontarkan kritik keras terhadap lemahnya koordinasi lintas sektor antara pihak kontraktor dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Barat. Menurutnya, jalur tersebut merupakan urat nadi strategis yang menghubungkan wilayah Sanggau, Sintang, Kapuas Hulu, hingga kawasan Ibu Kota Nusantara.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeWarga merasa kecewa lantaran informasi terkait proyek penting ini justru beredar simpang siur melalui pesan singkat tanpa adanya sosialisasi resmi atau ruang dialog publik dari instansi terkait. Ketiadaan papan informasi membuat masyarakat menduga-duga perihal besaran anggaran hingga kepastian durasi pengerjaan.
Kekhawatiran warga perbatasan semakin beralasan mengingat mereka masih menyimpan trauma mendalam dari proyek mangkrak pada tahun 2017 silam. Saat itu, proyek besar dengan anggaran ratusan miliar rupiah yang melibatkan pihak swasta gagal diselesaikan hingga meninggalkan kekecewaan mendalam.
Menanggapi persoalan ini, Noven mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas permasalahan infrastruktur di wilayah tersebut guna membangun kembali kepercayaan publik. Masyarakat menegaskan bahwa transparansi dan keadilan sosial merupakan harga mati demi kesejahteraan warga di kawasan perbatasan.