Konsep wisata virtual kembali mencuri perhatian publik sebagai alternatif liburan menarik di tengah berbagai keterbatasan dan rutinitas padat. Berdasarkan laporan media internasional, fenomena ini mengingatkan banyak pihak pada masa ketika perjalanan fisik dibatasi, sehingga layar kaca dan konsol permainan menjadi jendela utama melihat dunia luar.
Bagi para pencinta sejarah, penjelajahan dunia kuno Yunani dalam permainan Assassin's Creed Odyssey menawarkan pengalaman tur berjalan kaki yang sangat memukau. Berbagai musuh dihilangkan dari peta dunia kolosal tersebut, sehingga pemain bebas menikmati pemandangan kota klasik dan situs arkeologi ditemani panduan virtual yang informatif.
Sementara itu, kota fiktif Sapienza di pesisir Amalfi dalam seri permainan Hitman menghadirkan lanskap cerah untuk dijelajahi tanpa terburu-buru. Pemain dapat menyusuri jalanan berbatu, mengunjungi gereja tua, atau menikmati suasana tepi pantai yang menenangkan di sela-sela misi utama.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePengalaman eksplorasi perkotaan yang mendalam juga disajikan lewat Yakuza Like a Dragon yang menampilkan replika distrik Yokohama secara detail. Dari restoran lokal hingga sudut pertokoan, suasana kehidupan sehari-hari di kota tersebut terekam apik untuk dinikmati para penjelajah dunia digital.
Bagi penggemar suasana klasik ala koboi, petualangan di wilayah barat Amerika lewat Red Dead Redemption 2 memberikan ketenangan tersendiri. Mengunjungi kota kecil Strawberry dan menjelajahi alam liar menggunakan kuda menghadirkan nuansa pelarian sempurna dari kebisingan kota modern.
Pilihan liburan virtual lain dapat ditemukan dalam petualangan Indiana Jones and the Great Circle yang membawa pemain menyusuri indahnya Vatikan tanpa kerumunan turis sungguhan. Seluruh destinasi populer tersebut membuktikan bahwa video game kini bukan sekadar sarana hiburan, melainkan tiket perjalanan alternatif yang menyenangkan.