Dua remaja berusia 18 tahun di Israel nekat melakukan aksi pembakaran terencana terhadap sebuah restoran Japanika di kawasan Givatayim. Berdasarkan pengamatan Kabayan News, tindakan kriminal yang melibatkan dua pemuda bernama Hanan Yaakov dan Osher Bayach ini berhasil diungkap pihak kejaksaan melalui jejak digital yang mengejutkan.
Menurut dakwaan dari Kejaksaan Tel Aviv, kedua pelaku merencanakan aksi pembakaran tersebut pada malam hari. Dari analisis Kabayan News, mereka mempersiapkan cairan mudah terbakar sebanyak 4,5 liter yang dibawa menggunakan skuter listrik dari Rehovot menuju lokasi kejadian demi melancarkan niat jahat mereka.
Sebagaimana dilaporkan dalam berkas perkara, salah satu pelaku bernama Bayach kedapatan sempat berkonsultasi dengan kecerdasan buatan ChatGPT sebelum melakukan aksi pembakaran. Ia mengajukan beberapa pertanyaan spesifik, termasuk menanyakan besaran hukuman bagi pelaku pembakaran toko dan arti dari hukuman penjara panjang.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMengutip laporan dari pihak penyidik, aksi pembakaran tersebut dilakukan ketika restoran masih beroperasi dan seorang karyawan berada di dalam bangunan. Pelaku menyiramkan cairan bahan bakar ke bagian jendela, pintu, serta area sekitar restoran sebelum akhirnya menyulut api hingga menimbulkan kerusakan.
Meskipun tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, kerugian material ditaksir mencapai ribuan shekel. Berdasarkan penyelidikan lebih lanjut, polisi berhasil melacak keberadaan para pelaku melalui rekaman kamera pengawas, keterangan pengemudi taksi, serta data forensik dari perangkat telepon seluler milik tersangka.