Pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto akhirnya merespons data riset terbaru yang memperlihatkan adanya penurunan tingkat kepuasan publik. Berdasarkan data dari lembaga Saiful Mujani Research and Consulting atau SMRC, tingkat kepuasan masyarakat dilaporkan mengalami penurunan yang cukup signifikan dalam beberapa bulan terakhir.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari menyampaikan pandangannya di kompleks Istana Kepresidenan. Ia menilai fluktuasi dalam angka survei merupakan suatu dinamika yang biasa terjadi dan optimistis angka tersebut bisa kembali naik di masa mendatang.
"Kalau kemarin beberapa bulan yang lalu seperti di laporan SMRC itu 80% sekarang 50%. Ya, insyaallah nanti 80% lagi," ujar Qodari pada Kamis tanggal 30 Juli 2026.
Selain itu, pihak pemerintah juga menyatakan bakal melihat berbagai temuan dari lembaga riset independen lainnya sebagai bahan perbandingan yang objektif. "Yang kedua tentu kita tunggu riset-riset lembaga survei yang lain; yang bisa dijadikan sebagai perbandingan," tambahnya.
Pemerintah tampaknya tidak terlalu khawatir dengan hasil sigi tersebut karena indikator makroekonomi nasional dinilai masih berada di jalur yang positif. Qodari menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini masih bertahan di atas angka lima persen.
Tidak hanya itu, stabilitas ekonomi domestik juga didukung oleh tingkat inflasi nasional yang terjaga di kisaran tiga persen serta data dari Lembaga Penjamin Simpanan yang menunjukkan daya menabung masyarakat masih cukup kuat.