Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mulai mematangkan program khusus menyambut peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-500 atau lima abad Kota Jakarta yang jatuh pada tahun 2027 mendatang. Salah satu langkah yang disiapkan adalah mencetak 1.000 Al-Quran khas Jakarta yang akan digunakan dalam rangkaian kegiatan keagamaan menyambut usia emas kota ini.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Pramono menjelaskan, Al-Quran dengan desain khusus tersebut akan dibagi ke dalam dua peruntukan utama. Sebanyak 500 Al-Quran akan dipergunakan bagi kegiatan khataman Al-Quran massal, sedangkan 500 mushaf lainnya bakal didistribusikan untuk kegiatan tadarusan bersama masyarakat.
"Dalam rangka menyambut 5 abad Jakarta, 500 tahun, kami akan membuat, mencetak Al-Quran yang khas untuk 1.000 Al-Quran," ujar Pramono Anung saat memberikan keterangan di kawasan Gambir, Jakarta Pusat.
Politisi kawakan itu menambahkan, angka 500 yang diadopsi dalam jumlah pembagian Al-Quran tersebut dipilih sebagai representasi simbolis dari usia Kota Jakarta yang akan memasuki setengah milenium pada tahun depan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga berharap masyarakat luas dapat ikut berpartisipasi aktif dalam menyemarakkan kegiatan keagamaan ini.
"Siapa pun yang ingin melakukan khataman itu, dibuatkan tempat khusus untuk ditandatangani dan sebagainya. Dan saya termasuk salah satu yang ingin ikut gitu," kata Pramono menambahkan terkait komitmennya dalam menyukseskan perayaan bersejarah tersebut.
Mengenai pendanaan, Pramono memastikan seluruh biaya pencetakan Al-Quran berdesain khusus ini akan bersumber dari anggaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ia menilai program spiritual ini tidak memerlukan alokasi dana yang besar, namun memiliki makna filosofis dan simbolis yang sangat kuat bagi warga Jakarta.
"Anggarannya pasti dari Pemerintah DKI Jakarta dan itu kan enggak terlalu banyak. Bahkan kemudian lebih itu enggak papa, tapi yang penting simbol 500 itu adalah simbol ulang tahun Jakarta," tutur Pramono. Melalui kegiatan ini, Pemprov DKI berharap perayaan lima abad Jakarta tidak hanya meriah secara fisik, tetapi juga bermakna secara religius.