Empire adalah sebuah buku pemikiran politik penting yang ditulis oleh dua filosof otonomis terkemuka, yaitu Michael Hardt dan Antonio Negri. Ditulis pada pertengahan tahun 1990-an dan diterbitkan pada tahun 2000 oleh Harvard University Press, buku ini dengan cepat melampaui ekspektasi penjualan sebagai sebuah karya akademik murni. Buku ini menjadi bagian pertama dari trilogi yang kemudian diikuti oleh Multitude pada tahun 2004 dan Commonwealth pada tahun 2009.
Latar belakang penyusunan buku ini berakar dari analisis mendalam para penulis terhadap pergeseran tatanan dunia pasca-Perang Dingin dan ekspansi kapitalisme global. Hardt dan Negri berupaya merumuskan kerangka teoretis baru untuk memahami bagaimana kekuasaan global beroperasi di luar batas-batas negara bangsa tradisional. Melalui pendekatan interdisipliner yang menggabungkan filsafat, sejarah, dan sosiologi, karya ini menawarkan perspektif segar mengenai dinamika kekuasaan modern.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSejak kemunculannya, buku ini mencatatkan pencapaian luar biasa dengan mendulang pujian luas sebagai karya teori politik paling sukses dari kaum kiri dalam satu generasi. London Review of Books bahkan menyebutnya sebagai salah satu literatur paling berpengaruh yang merumuskan ulang perdebatan di dalam gerakan anti-globalisasi. Diskusi serta perdebatan intelektual yang ditimbulkannya telah melibatkan banyak cendekiawan dari berbagai spektrum politik global.
Hingga saat ini, Empire tetap menjadi rujukan esensial dalam studi imperialisme, globalisasi, dan sosiologi politik kontemporer. Relevansi gagasan yang terkandung di dalamnya terus dikaji ulang melalui berbagai esai reflektif oleh para penulisnya, termasuk publikasi evaluasi dua dekade setelah peluncurannya pada tahun 2019.
Latar Belakang dan Awal Mula
Gagasan dasar di balik penulisan buku Empire bermula dari pengamatan kritis terhadap perubahan struktur geopolitik dunia yang semakin terglobalisasi. Michael Hardt dan Antonio Negri melihat bahwa fenomena imperialisme tradisional yang berpusat pada negara bangsa tunggal mulai mengalami pergeseran menuju bentuk kekuasaan yang lebih terdesentralisasi namun menyeluruh. Pengamatan ini menjadi titik tolak bagi perumusan konsep tatanan global baru yang mereka sebut sebagai Empire.
Proses pembentukan kerangka teoretis buku ini sangat dipengaruhi oleh pemikiran para tokoh filsafat besar sebelumnya, terutama Michel Foucault dengan konsep biopolitiknya. Selain itu, pengaruh karya Gilles Deleuze dan Félix Guattari seperti A Thousand Plateaus juga sangat kental dalam mendefinisikan konsep multiplisitas dan kendali. Latar belakang pengalaman hidup Negri yang menulis karya-karya filosofisnya turut memperkaya kedalaman analisis politik dalam buku ini.
Momen penting dalam proses pendewasaan karya ini terjadi ketika manuskrip yang dikerjakan selama bertahun-tahun tersebut berhasil diselesaikan dan diterbitkan secara luas pada awal milenium baru. Sambutan pasar yang masif di luar dugaan menunjukkan adanya kebutuhan mendesak di kalangan akademisi dan aktivis untuk memahami bentuk baru kapitalisme global. Hal ini mengubah sebuah proyek tulisan akademis menjadi fenomena intelektual global.