Konferensi Moskow 1943 menjadi salah satu tonggak sejarah krusial ketika para pemimpin dan diplomat utama Blok Sekutu berkumpul di Kremlin serta Spiridonovka Palace untuk membahas strategi militer bersama.
Pertemuan yang berlangsung dari 18 Oktober hingga 11 November 1943 ini melibatkan tokoh-tokoh penting seperti Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Cordell Hull, Menteri Luar Negeri Inggris Anthony Eden, dan Menteri Luar Negeri Soviet Vyacheslav Molotov.
Agenda utama pertemuan tersebut berfokus pada langkah-langkah strategis untuk mempercepat berakhirnya perang melawan Jerman dan Blok Poros, sekaligus membangun kerja sama damai pascaperang.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDari rangkaian pertemuan intensif ini, lahir Deklarasi Moskow serta kesepakatan pembentukan Komisi Penasihat Eropa untuk merumuskan rekomendasi kebijakan bagi tiga pemerintahan utama.
Isi Deklarasi Moskow dan Keputusan Penting
Melalui Deklarasi Moskow, para pemimpin Sekutu menetapkan sejumlah kebijakan tegas terkait penanganan negara-negara wilayah konflik setelah perang usai.
Terkait situasi di Italia, dokumen tersebut menyatakan bahwa paham fasisme harus dihancurkan sepenuhnya dan seluruh kaum fasis dilarang berpartisipasi dalam kehidupan publik.
Sementara itu, aneksasi Jerman atas Austria pada tahun 1938 dinyatakan tidak sah secara hukum, meski warga Austria tetap memikul tanggung jawab atas keikutsertaan mereka dalam perang.
Selain itu, Pernyataan Kekejaman turut dikeluarkan untuk memastikan bahwa individu-individu yang diduga terlibat dalam kejahatan perang akan dikirim kembali ke negara asal untuk diadili.