Di tengah dimulainya persidangan penting bagi Meta Platforms di pengadilan federal California, puluhan orang tua korban dan aktivis keselamatan online berkumpul menggelar aksi protes. Mereka membentangkan spanduk panjang berisi ratusan nama anak-anak dan remaja yang menjadi korban jiwa akibat berbagai dampak negatif dari penggunaan media sosial.
Sebagaimana diwartakan oleh AP News, persidangan ini merupakan tindak lanjut dari gugatan yang diajukan oleh jaksa agung dari empat negara bagian yang menuntut ganti rugi miliaran dolar. Para orang tua korban melihat momen ini sebagai titik balik yang krusial untuk membongkar praktik perusahaan teknologi yang dinilai sengaja merancang platform agar membuat anak-anak kecanduan.
Lennon Torres, seorang aktivis dari organisasi Heat Initiative, menyatakan bahwa persidangan ini membuka pintu bagi publik untuk melihat kebenaran yang selama ini disembunyikan para petinggi perusahaan. Berbagai kasus tragis seperti perundungan siber, pemerasan daring, hingga bunuh diri yang dialami para remaja menjadi latar belakang kuat dari tuntutan tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeGugatan kali ini tidak berfokus pada kasus individu tertentu, melainkan pada klaim luas bahwa Meta secara sadar membuat keputusan desain pada Instagram dan Facebook yang membahayakan pengguna muda. Mengutip laporan media, para orang tua sangat menantikan terungkapnya dokumen-dokumen internal Meta selama persidangan berlangsung agar masyarakat luas mengetahui kenyataan yang sebenarnya.
Para keluarga korban berharap persidangan ini dapat mencatatkan sejarah baru dalam memaksa raksasa teknologi untuk bertanggung jawab secara hukum. Mereka menegaskan bahwa keuntungan finansial tidak boleh mengalahkan keselamatan serta masa depan anak-anak di ruang digital.