Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bidang Politik, Bestari Barus, secara khusus menemui Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di kediaman pribadinya yang terletak di kawasan Sumber, Solo, pada Senin (31/8/2026). Pertemuan tertutup yang berlangsung selama kurang lebih satu setengah jam tersebut membahas sejumlah dinamika politik terkini yang tengah menyita perhatian publik.
Mengutip laporan media, salah satu topik utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah polemik terkait pernyataan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, mengenai kemungkinan Pemilu 2029 dapat berlangsung lebih cepat dari jadwal semestinya. Topik ini menjadi krusial mengingat sebelumnya PSI telah secara terbuka menyatakan sikap tidak akan menerima Budi Arie sebagai bagian dari kader partai.
Berdasarkan laporan di lapangan, Bestari Barus mengakui bahwa dirinya sengaja meminta pandangan langsung dari Jokowi mengenai bagaimana pihak terkait sebaiknya menyikapi polemik panas yang sedang berkembang di ruang publik tersebut. Ia menilai penting untuk meluruskan arah pembicaraan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman berkepanjangan di tengah masyarakat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMenurut keterangan Bestari sebagaimana diwartakan berbagai media, Jokowi menegaskan secara langsung bahwa pernyataan yang dilontarkan oleh Budi Arie sama sekali tidak mencerminkan representasi dari sikap maupun pandangan politik pribadinya. "Yang disampaikan oleh salah satunya Budi Arie itu sama sekali tidak representatif dari Pak Jokowi," ujar Bestari usai perjumpaan tersebut.
Lebih lanjut, Bestari menyampaikan bahwa Jokowi berpesan agar polemik mengenai wacana percepatan pemilu ini tidak terus-menerus diperpanjang atau digoreng menjadi konsumsi politik yang minim manfaat. Pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat serta para tokoh politik untuk dapat menahan diri agar situasi tetap kondusif.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pernyataan Budi Arie mengenai kemungkinan pemilu yang bisa berjalan lebih cepat sempat viral dan beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, Budi Arie menyebutkan intuisinya terkait dinamika politik pasca-Reformasi 1998 serta mempertanyakan kesiapan berbagai pihak apabila skenario perubahan jadwal benar-benar terjadi.
Menanggapi riuhnya berbagai spekulasi politik yang bermunculan, Bestari menegaskan kembali agar seluruh pihak tidak memperkeruh situasi dengan terus memproduksi narasi yang tidak berdasar. Pertemuan di Solo ini sekaligus menjadi penegas batasan bahwa pandangan personal tokoh tertentu tidak boleh dikaitkan secara sepihak dengan Presiden ke-7 RI.