Pusat produksi keramik peradaban kuno Moche di situs Cerro Mayal berhasil diungkap oleh tim arkeolog di Lembah Chicama, Peru utara. Pengamatan Kabayan News menunjukkan temuan ini memberikan sudut pandang baru mengenai cara seniman zaman dahulu memproduksi wadah hias dan cetakan keramik.
Berdasarkan laporan The Art Newspaper, tim peneliti dipimpin Henry Tantalean dari Program Arkeologi Chicama, Universitas Nasional San Marcos. Mereka menemukan lapisan atas situs memuat limbah produksi keramik, piring tembikar, serta cetakan figurin dari abad ketujuh Masehi.
Struktur bangunan batu dan adobe di lokasi tersebut berfungsi sebagai studio tembikar sekaligus tempat tinggal bagi para seniman masa lampau. Menurut Henry Tantalean, situs produksi keramik jauh lebih jarang ditemukan dibanding artefak tembikar Moche itu sendiri.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Situs produksi keramik jauh lebih sedikit diketahui dibanding tembikar Moche itu sendiri, sehingga ketertarikan kami terletak pada upaya memahami lebih dalam cara kerja bengkel ini," ujar Tantalean sebagaimana dikutip dari laporan.
Peradaban Moche sendiri mendiami wilayah pesisir utara Peru sejak tahun 100 hingga 800 Masehi. Penggalian di Cerro Mayal memperkaya khazanah sejarah dunia mengenai teknik pertukangan dan seni rupa masa lampau yang masih menyimpan banyak misteri.