Hubungan Pangeran Andrew dan Jeffrey Epstein menjadi sorotan publik internasional setelah serangkaian dokumen baru mengungkap kedekatan mereka. Sebagaimana dilaporkan, relasi kontroversial ini bermula pada tahun 1999 melalui perantara Ghislaine Maxwell. Keduanya sempat menikmati lingkaran sosial elit, bahkan Epstein pernah diundang ke Windsor Castle dan Sandringham House.
Berdasarkan analisis awak media, kedekatan tersebut tidak mereda meskipun Epstein telah terbukti bersalah atas kasus prostitusi anak pada tahun 2008. Pangeran Andrew tetap melawat ke New York pada tahun 2010 untuk menemui narapidana tersebut. Kritik publik semakin memuncak tatkala Virginia Giuffre melayangkan tuduhan serius mengenai keterlibatan sang pangeran dalam kasus perdagangan manusia.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMeskipun Pangeran Andrew secara konsisten membantah seluruh tuduhan tersebut melalui wawancara kontroversial dengan BBC Newsnight, tekanan publik memaksa Ratu Elizabeth II mencopot gelar militer serta atribut "His Royal Highness" miliknya pada Januari 2022. Penyelesaian gugatan perdata di Amerika Serikat juga dilakukan di luar pengadilan dengan nominal pembayaran tertentu.
Pengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa krisis semakin memburuk pada akhir tahun 2025 menyusul perilisan memoar anumerta Nobody's Girl karya Giuffre. Raja Charles III lantas menginisiasi proses resmi untuk mencopot seluruh sisa gelar dan kehormatan Pangeran Andrew. Dokumen email yang dirilis menunjukkan potensi pembocoran informasi rahasia kerajaan kepada Epstein.
Puncak dari rentetan skandal ini terjadi pada Februari 2026 ketika Pangeran Andrew resmi ditangkap atas dugaan pelanggaran dalam tugas publik. Peristiwa ini menandai titik nadir bagi monarki Inggris dalam menghadapi bayang-bayang masa lalu sang pangeran.