Skandal besar mengguncang panggung politik Britania Raya menyusul terungkapnya kedekatan antara mantan menteri senior Peter Mandelson dan mendiang terpidana kasus kejahatan seksual anak Jeffrey Epstein. Dokumen pengadilan Amerika Serikat serta bocoran surel pribadi yang dirilis oleh Komite Pengawasan DPR AS membuka lembaran hitam persahabatan yang terjalin setidaknya sejak tahun 2002 hingga 2011.
Berdasarkan laporan penyelidikan, hubungan kedua tokoh ini tetap erat meskipun Epstein sudah menerima vonis hukum pertamanya pada tahun 2008. Dokumen tersebut mengungkap panggilan akrab Mandelson yang menyebut Epstein sebagai sahabat terbaiknya, serta aliran dana dan fasilitas perjalanan yang diberikan Epstein kepada Mandelson beserta pasangannya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSituasi ini memicu gelombang kemarahan publik yang berujung pada krisis politik parah bagi Partai Buruh yang sedang berkuasa di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Keir Starmer. Tim redaksi mengamati bahwa tekanan politik meningkat tajam setelah dokumen tersebut menunjukkan indikasi pembocoran informasi rahasia negara oleh Mandelson kepada Epstein selama krisis keuangan global terjadi.
Menanggapi desakan publik yang kian masif, Perdana Menteri Keir Starmer akhirnya mencopot Mandelson dari jabatannya sebagai Duta Besar Britania Raya untuk Amerika Serikat. Mandelson juga memilih mundur dari keanggotaan Partai Buruh serta kehilangangelarnya di House of Lords akibat skandal memalukan tersebut.
Kepolisian Metropolitan London langsung bergerak cepat dengan meluncurkan investigasi kriminal atas dugaan pelanggaran dalam jabatan publik yang dilakukan oleh sang mantan menteri. Penegak hukum kemudian menangkap Mandelson atas dugaan keterlibatan kasus penyalahgunaan wewenang sebelum akhirnya melepaskannya dengan jaminan sambil menunggu proses penyidikan lanjutan.