Dunia pendidikan tinggi di Jawa Tengah tengah diguncang skandal besar. Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto menjadi sorotan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi senyap yang menjaring sejumlah petinggi kampus tersebut pada Jumat (21/8/2026).
Sebagaimana diwartakan, Rektor Unsoed, Prof Dr Ir Akhmad Sodiq, MSc Agr, termasuk dalam daftar pihak yang diciduk oleh tim penyidik. Operasi ini diduga kuat berkaitan dengan praktik lancung dalam proses penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri di Fakultas Kedokteran.
Ketua KPK, Setyo Budiyanto, membenarkan adanya tindakan pengkondisian dalam proses seleksi masuk kampus tersebut. "Dugaan adanya pengkondisian penerimaan mahasiswa baru," ujar Setyo saat dikonfirmasi oleh awak media terkait operasi senyap yang dilakukan lembaganya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDalam operasi tersebut, tim KPK berhasil mengamankan barang bukti berupa uang tunai dengan nilai mencapai ratusan juta rupiah. Berdasarkan laporan dari sumber internal, praktik suap ini diduga menjadi "jalan pintas" bagi calon mahasiswa untuk masuk ke Fakultas Kedokteran Unsoed.
Sebelum akhirnya dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih intensif, total 12 orang sempat diperiksa secara maraton di Mapolresta Banyumas. Dari belasan orang yang diamankan, tujuh di antaranya termasuk Wakil Rektor III Unsoed, Prof Dr Norman Arie Prayogo, harus dipindahkan ke markas KPK untuk pengembangan kasus lebih lanjut.
Saat dikonfirmasi singkat oleh awak media di lokasi, Norman Arie Prayogo enggan memberikan banyak komentar. "Mau dilanjutkan ke Jakarta pertanyaannya," ucapnya singkat sembari terus melangkah masuk ke dalam kendaraan yang disiapkan tim penyidik KPK.