Sebagaimana diwartakan oleh media, kabar terjaringnya Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak hanya mengejutkan publik, tetapi juga meninggalkan rasa kecewa mendalam bagi para mahasiswanya.
Mengutip laporan dari Tribun Jateng, seorang mahasiswi Fakultas Pertanian Unsoed bernama Nayla Aliya mengaku sangat tidak menyangka pimpinan tertinggi kampusnya harus berurusan dengan lembaga antirasuah.
Kekecewaan mahasiswa tersebut bukan tanpa alasan. Di tengah kabar dugaan suap yang mencuat, mereka menyoroti kondisi fasilitas kampus yang dinilai belum sebanding dengan jumlah mahasiswa yang diterima setiap tahunnya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Saya dari kampus belakang yang fasilitasnya jujur janggal itu kayak kecewa banget sama Unsoed," ungkap Nayla pada Jumat (21/8/2026). Menurutnya, mahasiswa selama ini sangat berharap mendapatkan fasilitas yang lebih layak untuk menunjang aktivitas perkuliahan.
"Mereka bisa menerima mahasiswa banyak-banyak, tapi fasilitasnya kurang banget," tambahnya dengan nada kecewa.
Perasaan kajet Nayla semakin bertambah ketika ia mengingat kembali interaksinya dengan salah satu pejabat kampus. Ia menceritakan bahwa Wakil Rektor yang dikabarkan ikut terseret dalam perkara tersebut sempat mengunjungi kampusnya, bahkan ia sempat bersalaman langsung dengan pejabat tinggi itu.
"Apalagi salah satu Wakil Rektor itu ternyata juga sempat mengunjungi kami dan sempat salaman," kenang Nayla, yang tidak menyangka sosok yang pernah ditemuinya kini tersangkut kasus hukum.
Kabar penangkapan tersebut sontak menjadi perbincangan hangat di kalangan civitas akademika. Nayla menyebutkan bahwa isu panas mengenai OTT KPK ini langsung menjadi topik utama yang dibahas oleh para mahasiswa di dalam kelas.