Dewan Kota Stoke-on-Trent berencana menerapkan aturan Article 4 Direction secara menyeluruh untuk membatasi pertumbuhan Houses of Multiple Occupation (HMO) di wilayah tersebut. Berdasarkan pengamatan media online, kebijakan baru ini dirancang untuk mencabut hak pengembangan properti yang sebelumnya memungkinkan rumah keluarga diubah menjadi HMO tanpa memerlukan izin perencanaan formal.
Setiap rencana konversi properti di masa mendatang wajib mengantongi izin perencanaan dan dinilai berdasarkan kebijakan Local Plan yang membatasi konsentrasi HMO. Aturan baru tersebut menetapkan bahwa HMO tidak boleh mencakup lebih dari lima persen dari seluruh properti residensial dalam radius 50 meter.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSelain pembatasan jarak, pemerintah setempat menerapkan batas maksimal persentase HMO di setiap ward atau wilayah administratif. Batas tersebut dipatok sebesar empat persen untuk wilayah dengan konsentrasi tinggi, 2,5 persen untuk wilayah dengan tingkat menengah, serta 1,5 persen bagi wilayah lainnya.
Kebijakan ini juga mengatur tata letak bangunan guna mencegah penumpukan properti sejenis di satu kawasan. Aturan secara tegas melarang keberadaan dua HMO yang berdampingan dalam satu garis depan serta melarang rumah biasa terjepit di antara dua bangunan HMO.
Bersamaan dengan pembatasan lokasi, dewan kota mengusulkan Additional Licensing Scheme bagi seluruh HMO di wilayah tersebut guna memperketat pengawasan standar kelayakan bangunan. Kebijakan ini diharapkan mampu mengatasi berbagai keluhan warga terkait masalah kebisingan, pengelolaan sampah, serta keterbatasan ruang parkir akibat konsentrasi rumah bersama.
Seorang juru bicara dewan kota menyatakan bahwa rumah bersama tetap memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan hunian warga, namun pertumbuhannya harus dikendalikan secara proporsional. Berdasarkan analisis media online, langkah tegas ini diambil untuk menyeimbangkan kebutuhan akomodasi dengan kelestarian lingkungan permukiman yang berkelanjutan.