Studi panel jangka panjang yang dilakukan selama lima tahun di Jepang berhasil mengungkap akar permasalahan di balik kemunculan kepercayaan teori konspirasi terkait vaksin COVID-19 di tengah masyarakat.
Berdasarkan analisis Kabayan News, penelitian yang dimulai sejak Maret 2020 ini awalnya berfokus pada dinamika kerja sama masyarakat dalam menghadapi pembatasan sosial sukarela selama pandemi berlangsung.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSebagaimana dilaporkan dalam temuan ilmiah tersebut, para periset melacak data dari ribuan responden untuk melihat bagaimana perubahan sikap terhadap media massa dan informasi resmi memengaruhi pola pikir publik.
Hasil riset menunjukkan bahwa teori konspirasi terbagi menjadi dua kategori utama, yakni konspirasi institusional terkait ketidakpercayaan pada lembaga resmi serta klaim implausibel seperti pemasangan microchip.
Menurut pengamatan Kabayan News, klaim ekstrem yang kerap viral di media sosial sebenarnya hanya dipercaya oleh segelintir orang, sementara skeptisisme terhadap institusi jauh lebih luas dan mengakar di masyarakat.