Kebun binatang dan akuarium di Inggris dinilai belum optimal membantu melindungi spesies terancam punah berdasarkan temuan riset terbaru dari University of Brighton yang dipublikasikan dalam jurnal PLOS One.
"Sebagian besar ikan dan hewan yang dipelihara di kebun binatang dan akuarium U.K. adalah non-natif serta tidak diklasifikasikan sebagai terancam sehingga melemahkan tujuan konservasi," ujar peneliti utama Justin Lennon dalam laporannya yang dirilis pada Agustus 2026.
Berdasarkan analisis data dari 113 anggota British and Irish Association of Zoos and Aquariums atau BIAZA, ditemukan bahwa kurang dari sepertiga vertebrata penangkaran diklasifikasikan sebagai terancam secara global.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeStudi tersebut juga menunjukkan bahwa hanya 9 persen dari total satwa yang dipelihara merupakan spesies asli Inggris, sementara satwa yang masuk kategori prioritas konservasi tinggi hanya mencakup 2 persen saja.
Dilema Keuangan dan Prioritas Konservasi Satwa
Meskipun kebun binatang modern kini mengemban misi pendidikan, riset, dan konservasi, para peneliti menyebutkan bahwa lembaga tersebut sering kali menghadapi benturan kepentingan antara fungsi konservasi dan kebutuhan finansial.
Spesies berukuran besar dan karismatik cenderung lebih efektif menarik pengunjung berbayar yang sangat esensial untuk menjaga keberlangsungan finansial kebun binatang tersebut.
Sayangnya, spesies-spesies populer tersebut sering kali bukan prioritas utama untuk program penangkaran atau proyek pelepasliaran yang mendukung target konservasi jangka panjang.
Justin Lennon menambahkan bahwa amfibi justru memiliki keragaman paling rendah di penangkaran Inggris, padahal kelompok vertebrata tersebut tercatat sebagai kelas yang paling terancam di alam liar.