Paparan karbon hitam berulang terbukti menimbulkan kerusakan parah pada mata serta memicu perubahan signifikan pada sistem kekebalan tubuh manusia berdasarkan hasil studi terbaru dari para peneliti Korea University Guro Hospital.
Tim peneliti dipimpin oleh Professor Song Jong-suk dan Professor Kim Woo-jin dari Departemen Oftalmologi rumah sakit tersebut menyampaikan bahwa paparan partikel berbasis karbon berkepanjangan berkaitan erat dengan penurunan kesehatan mata.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBerdasarkan pengamatan Kabayan News, riset ini memberikan sudut pandang mendalam mengenai ancaman polusi udara mikroskopis yang sering diabaikan masyarakat perkotaan.
Penelitian menggunakan hewan uji tikus laboratorium dibagi ke dalam kelompok kontrol serta kelompok paparan karbon hitam selama satu hari, lima hari, hingga empat minggu.
Hasil analisis menunjukkan tingkat kerusakan permukaan mata semakin parah seiring bertambahnya durasi paparan partikel polutan tersebut.
Pada kelompok paparan lima hari, kadar matrix metalloproteinase-9 atau MMP-9 sebagai penanda inflamasi dalam air mata terpantau mengalami peningkatan.
Memasuki durasi empat minggu, tikus uji menunjukkan gejala kerusakan kornea dan konjungtiva, mata kemerahan, penurunan sekresi air mata, serta lonjakan penanda inflamasi seluler.
Penurunan kadar SIRT1 pada kornea, konjungtiva, dan kelenjar air mata juga ditemukan bersamaan dengan peningkatan jumlah sel penuaan pada organ kelenjar air mata.