Dampak kemarau panjang di Kalimantan Tengah mulai dirasakan secara nyata setelah debit air Sungai Barito mengalami penyusutan drastis. Fenomena alam ini menyebabkan sejumlah titik sungai mengalami pendangkalan parah hingga memunculkan hamparan daratan pasir di tengah aliran.
Berdasarkan laporan media, pemandangan tak biasa tersebut terlihat jelas di sekitar Jembatan Kalahien, Desa Kalahien, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan. Timbulnya gosong pasir membuat aliran sungai terpecah dan mengubah bentang alam sekitar menjadi mirip gurun atau pantai.
Warga setempat bernama Rudi Hermansyah mengungkapkan bahwa surutnya air sungai sudah terlihat sangat parah sejak awal bulan Agustus. Menurutnya, kondisi tersebut tidak sekadar mengubah pemandangan, tetapi juga mulai menghambat aktivitas transportasi air di wilayah itu.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSebagaimana diwartakan, kapal-kapal pengangkut barang serta tongkang dilaporkan mulai kesulitan melintas akibat kedalaman air yang tidak lagi mencukupi. Sejumlah armada bahkan terpaksa memperlambat perjalanan atau tertahan demi menghindari kandas di alur sungai yang dangkal.
Mengutip keterangan dari warga sekitar, Sungai Barito selama ini memegang peranan vital sebagai jalur distribusi barang dan kebutuhan masyarakat. Jika cuaca panas dan kemarau terus berlanjut, gangguan terhadap mobilitas ekonomi perairan dikhawatirkan akan semakin meluas.