Partai Gerindra menduduki peringkat teratas dalam hasil survei elektabilitas partai politik jika pemilihan legislatif dilangsungkan saat ini berdasarkan data Indonesia Political Opinion. Perolehan suara partai besutan Prabowo Subianto tersebut berada di posisi puncak dengan angka mencapai 17,5 persen.
Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion Dedi Kurnia menyatakan bahwa Partai Gerindra masih menjadi pilihan mayoritas masyarakat meskipun mengalami sedikit pergeseran angka dibandingkan periode survei sebelumnya. Capaian tersebut mengukuhkan posisi mereka di urutan teratas peta kekuatan partai politik.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKondisi tersebut menunjukkan bahwa Partai Gerindra masih menikmati efek positif sebagai partai pengusung utama pemerintahan saat ini. Keberadaan figur sentral di lingkaran kekuasaan memberikan pengaruh signifikan terhadap tingkat keterpilihan di tengah masyarakat.
Berada di bawah Partai Gerindra, posisi kedua ditempati oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dengan perolehan elektabilitas sebesar 12,8 persen. Persaingan antarpartai papan atas ini terus memanas seiring dinamika politik nasional yang berjalan.
Golkar dan Demokrat Mengekor di Papan Atas
Perolehan suara papan tengah diisi oleh Partai Golkar yang mengantongi elektabilitas sebesar 10,4 persen dalam temuan riset lembaga tersebut. Angka ini menempatkan partai berlambang pohon beringin itu stabil di jajaran atas.
Partai Demokrat menyusul di urutan berikutnya dengan mengumpulkan tingkat keterpilihan sebesar 8,1 persen dari total responden survei. Perolehan ini menunjukkan basis dukungan yang tetap solid dalam konstelasi politik nasional.
Sementara itu, Partai Kebangkitan Bangsa mencatatkan angka 7,0 persen disusul PAN sebesar 5,1 persen serta PKS di angka 4,6 persen. Partai Nasdem turut melengkapi jajaran partai menengah dengan perolehan elektabilitas sebesar 4,4 persen.
Adapun sisa partai politik lainnya berada di bawah ambang batas dua persen dengan besaran dukungan yang bervariasi. Sekitar 24,6 persen responden tercatat masih memilih merahasiakan atau belum menentukan pilihannya.