Pemerintah China mulai melirik Pakta Pertahanan Makkah yang menjadi aliansi baru mirip Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) bentukan Turki, Arab Saudi, dan Pakistan.
Berdasarkan pengamatan Kabayan News, Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyampaikan dukungan penuh terhadap kesepakatan tersebut serta menyatakan minat besar untuk menjalin kerja sama strategis dengan ketiga negara.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Kerangka kerja seperti itu bisa membantu mencari solusi jangka panjang untuk konflik regional, mengatasi tantangan yang muncul dalam keadaan sulit, dan melindungi hak dan kepentingan sah negara-negara berkembang," ujar Wang Yi sebagaimana dilaporkan CGTN.
Mengutip laporan dari berbagai pengamat internasional, langkah Beijing ini dipandang sebagai strategi memperluas pasar industri pertahanan melalui hubungan erat dengan Islamabad, Riyadh, dan Ankara.
Dari analisis Kabayan News, aliansi militer ini berpotensi membuka jalur tak langsung bagi China guna menanamkan sistem persenjataan serta memperkuat pengaruh geopolitik di kawasan Timur Tengah dan Asia Selatan.
Meskipun demikian, sejumlah pakar menilai ketiga negara tersebut berusaha menghindari kesan meniru NATO secara terang-terangan demi menjaga fleksibilitas diplomatik dan kerja sama pertahanan secara hati-hati.