Kabayan News Kabayan News
/home / berita / China Lirik Pakta Pertahanan Turki,...
BERITA

China Lirik Pakta Pertahanan Turki, Saudi, dan Pakistan Mirip NATO

By Dewi Lestari • 2 min read • 10 Agustus 2026
Ilustrasi kerja sama pertahanan global dan peta geopolitik internasional

Ilustrasi kerja sama pertahanan global dan peta geopolitik internasional

Pemerintah China mulai melirik Pakta Pertahanan Makkah yang menjadi aliansi baru mirip Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) bentukan Turki, Arab Saudi, dan Pakistan.

Berdasarkan pengamatan Kabayan News, Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyampaikan dukungan penuh terhadap kesepakatan tersebut serta menyatakan minat besar untuk menjalin kerja sama strategis dengan ketiga negara.

"Kerangka kerja seperti itu bisa membantu mencari solusi jangka panjang untuk konflik regional, mengatasi tantangan yang muncul dalam keadaan sulit, dan melindungi hak dan kepentingan sah negara-negara berkembang," ujar Wang Yi sebagaimana dilaporkan CGTN.

Mengutip laporan dari berbagai pengamat internasional, langkah Beijing ini dipandang sebagai strategi memperluas pasar industri pertahanan melalui hubungan erat dengan Islamabad, Riyadh, dan Ankara.

Dari analisis Kabayan News, aliansi militer ini berpotensi membuka jalur tak langsung bagi China guna menanamkan sistem persenjataan serta memperkuat pengaruh geopolitik di kawasan Timur Tengah dan Asia Selatan.

Meskipun demikian, sejumlah pakar menilai ketiga negara tersebut berusaha menghindari kesan meniru NATO secara terang-terangan demi menjaga fleksibilitas diplomatik dan kerja sama pertahanan secara hati-hati.

Topics
china turki arab saudi pakistan nato pertahanan geopolitik wang yi
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.