Fenomena kejahatan jalanan berupa begal yang marak terjadi di Kota Bandung, Jawa Barat, membuat warga diselimuti rasa cemas. Rasa khawatir tersebut memaksa sebagian warga mengambil langkah ekstra demi keselamatan mereka saat melintas di jalanan Kota Kembang pada malam hari.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Salah satu cerita datang dari Claudia (21), warga di area Jalan Pajajaran, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung. Ia mengaku sampai memesan tiga pengemudi ojek online (ojol) sekaligus untuk mengawalnya pulang menggunakan sepeda motor pada Senin (20/7/2026) dini hari usai menghadiri acara nonton bareng (nobar) final Piala Dunia 2026 di kawasan Gudang Selatan.
"Itu karena kebetulan lagi nobar juga, karena memang udah banyak begal juga kan di Bandung. Terus karena malam itu lagi nobar yang di mana-mana pada lagi fokus nobar sampai jam 4 kan, sedangkan saya ada kerjaan juga gitu besoknya," ujar Claudia, Selasa (21/7/2026).
Claudia sengaja mengorder tiga pengemudi ojol sekaligus agar tidak ada satu pun pengemudi yang harus menghadapi risiko sendirian di jalan. "Iya soalnya kalau misalkan pesan satu kan saya enggak mau menumbalin ojolnya juga kan. Makanya pesan tiga gitu supaya saling aman lah gitu," katanya.
Pengalaman serupa dialami Adinda Religia (25), pekerja di kawasan Jalan Rajawali. Ia memilih menghubungi call center Kepolisian 110 untuk meminta pengawalan dari pihak kepolisian saat hendak pulang menuju rumahnya di daerah Margahayu, Kabupaten Bandung.
"Hubungi Polisi 110. Neleponlah, karena lumayan takut, terus coba telepon dan diangkat, lalu ngejelasin ini red zone, saya lewat Soeta, saya minta anter buat pulang kerja dari arah Rajawali ke Kopo bisa enggak? Kata polisinya, "boleh". Nelpon pukul 21.48 WIB, datang pas pukul 22.34 WIB," ungkap Adinda.
Kapolsek Andir AKP Triyono Raharja membenarkan adanya pengawalan terhadap warga tersebut. Petugas piket Polsek Andir langsung meluncur ke lokasi untuk memberikan pelayanan kepolisian. "Kami sebagai bentuk pelayanan ke masyarakat, tentu senang bisa mengawal sampai rumah tetehnya," tutur Triyono.
Sementara itu, merespons isu peta kerawanan begal bernuansa warna yang beredar luas di media sosial, Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Dedi Supriyadi menegaskan berita tersebut adalah hoaks. Dedi mengimbau masyarakat agar tetap tenang karena jajaran kepolisian terus menggelar patroli rutin di jam-jam rawan.
"Setiap malam kita sudah menggelar patroli kegiatan rutin yang ditingkatkan dengan melibatkan polsek jajaran, kurang lebih 2/3 kekuatan kita turunkan dari sejumlah 2.600 personel secara bergantian," kata Dedi saat merilis pengungkapan 15 kasus kejahatan jalanan dengan 19 tersangka di Mapolrestabes Bandung.