Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Takut Begal di Bandung, Warga Pesan...
BERITA

Takut Begal di Bandung, Warga Pesan 3 Ojol Hingga Minta Pengawalan Polisi

By Redaksi Kabayan News • 2 min read • 22 Juli 2026
Warga Bandung meminta pengawalan polisi dan mengorder tiga ojol akibat maraknya aksi begal

Warga Bandung meminta pengawalan polisi dan mengorder tiga ojol akibat maraknya aksi begal

Fenomena kejahatan jalanan berupa begal yang marak terjadi di Kota Bandung, Jawa Barat, membuat warga diselimuti rasa cemas. Rasa khawatir tersebut memaksa sebagian warga mengambil langkah ekstra demi keselamatan mereka saat melintas di jalanan Kota Kembang pada malam hari.

Salah satu cerita datang dari Claudia (21), warga di area Jalan Pajajaran, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung. Ia mengaku sampai memesan tiga pengemudi ojek online (ojol) sekaligus untuk mengawalnya pulang menggunakan sepeda motor pada Senin (20/7/2026) dini hari usai menghadiri acara nonton bareng (nobar) final Piala Dunia 2026 di kawasan Gudang Selatan.

"Itu karena kebetulan lagi nobar juga, karena memang udah banyak begal juga kan di Bandung. Terus karena malam itu lagi nobar yang di mana-mana pada lagi fokus nobar sampai jam 4 kan, sedangkan saya ada kerjaan juga gitu besoknya," ujar Claudia, Selasa (21/7/2026).

Claudia sengaja mengorder tiga pengemudi ojol sekaligus agar tidak ada satu pun pengemudi yang harus menghadapi risiko sendirian di jalan. "Iya soalnya kalau misalkan pesan satu kan saya enggak mau menumbalin ojolnya juga kan. Makanya pesan tiga gitu supaya saling aman lah gitu," katanya.

Pengalaman serupa dialami Adinda Religia (25), pekerja di kawasan Jalan Rajawali. Ia memilih menghubungi call center Kepolisian 110 untuk meminta pengawalan dari pihak kepolisian saat hendak pulang menuju rumahnya di daerah Margahayu, Kabupaten Bandung.

"Hubungi Polisi 110. Neleponlah, karena lumayan takut, terus coba telepon dan diangkat, lalu ngejelasin ini red zone, saya lewat Soeta, saya minta anter buat pulang kerja dari arah Rajawali ke Kopo bisa enggak? Kata polisinya, "boleh". Nelpon pukul 21.48 WIB, datang pas pukul 22.34 WIB," ungkap Adinda.

Kapolsek Andir AKP Triyono Raharja membenarkan adanya pengawalan terhadap warga tersebut. Petugas piket Polsek Andir langsung meluncur ke lokasi untuk memberikan pelayanan kepolisian. "Kami sebagai bentuk pelayanan ke masyarakat, tentu senang bisa mengawal sampai rumah tetehnya," tutur Triyono.

Sementara itu, merespons isu peta kerawanan begal bernuansa warna yang beredar luas di media sosial, Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Dedi Supriyadi menegaskan berita tersebut adalah hoaks. Dedi mengimbau masyarakat agar tetap tenang karena jajaran kepolisian terus menggelar patroli rutin di jam-jam rawan.

"Setiap malam kita sudah menggelar patroli kegiatan rutin yang ditingkatkan dengan melibatkan polsek jajaran, kurang lebih 2/3 kekuatan kita turunkan dari sejumlah 2.600 personel secara bergantian," kata Dedi saat merilis pengungkapan 15 kasus kejahatan jalanan dengan 19 tersangka di Mapolrestabes Bandung.

Topics
begal bandung ojek online polrestabes bandung polsek andir kriminalitas bandung layanan polisi 110
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.