Tim nasional Spanyol berhasil mengunci gelar juara Piala Dunia 2026 usai menaklukkan Argentina dengan skor tipis 1-0 lewat gol tunggal Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu di Stadion MetLife. Namun, skor tipis tersebut dinilai belum sepenuhnya mencerminkan jalannya pertandingan yang didominasi total oleh anak asuh La Roja.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan ulasan jurnalis Spanyol sekaligus rekan dekat Cristiano Ronaldo, Edu Aguirre, hasil 1-0 tersebut tergolong sangat murah jika dibandingkan dengan performa superior Spanyol. "Argentina tidak ada. Secara permainan sepak bola, Spanyol berada dua atau tiga level di atas Argentina," tegas Edu Aguirre saat berbicara dalam acara El Chiringuito yang dikutip dari TyC Sports.
Menurut penilaian Edu Aguirre, Argentina dinilai beruntung tidak mengalami kekalahan dengan margin gol yang lebih besar sepanjang laga puncak tersebut. "Laga ini seharusnya berakhir 4-0. Tidak ada peluang berarti dari Argentina. Jika mereka bisa menyamakan kedudukan, itu justru menjadi sebuah ketidakadilan," tambah jurnalis asal Spanyol itu.
Dari pantauan redaksi, statistik resmi pertandingan memang menegaskan dominasi mutlak Spanyol yang mampu menguasai aliran bola hingga 65 persen serta melepaskan 20 tembakan. Sebaliknya, lini serang Argentina tampil tumpul dan mengukir rekor buruk sebagai tim pertama dalam sejarah final Piala Dunia yang gagal melepaskan satu pun tembakan selama 90 menit waktu normal.
Berdasarkan pengamatan tim redaksi, tanggapan Edu Aguirre selaras dengan analisis pengamat sepak bola Indonesia, Hamid Anwar, yang sebelumnya telah memprediksi bahwa skema positional play dan penekanan intensif Spanyol akan menjadi ujian terberat bagi Lionel Messi dan kawan-kawan. Ketangguhan kiper Emiliano Martinez yang mengemas 11 penyelamatan menjadi satu-satunya alasan Argentina tidak kebobolan lebih banyak gol.