Proses perluasan jaminan kesehatan untuk Romiplate di Korea Selatan resmi diberlakukan pada bulan ini, memberikan alternatif baru bagi pasien anemia aplastik berat atau SAA tanpa harus bergantung penuh pada prosedur transplantasi sel induk hematopoietik.
Berdasarkan analisis Kabayan News, kebijakan inovatif ini menempatkan Korea Selatan bersama Jepang sebagai negara pionir yang memberikan subsidi penuh untuk terapi kombinasi tersebut, sekaligus mengubah lanskap penanganan medis bagi penderita gangguan sumsum tulang.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSebagaimana dilaporkan dalam konferensi pers yang diselenggarakan oleh DKSH Korea Healthcare Business Unit di Park Hyatt Seoul, kebijakan baru ini bertujuan untuk meringankan beban finansial pasien sekaligus menawarkan opsi pengobatan yang lebih aman.
Profesor Jang Jun-ho selaku ketua Korean Association of Supportive Care in Hematologic Diseases menyatakan bahwa uji klinis menunjukkan tingkat respons hematologis yang sangat memuaskan bagi pasien.
Terapi kombinasi Romiplate bersama terapi imunosupresif atau IST mampu menekan risiko komplikasi berat seperti penyakit graft-versus-host serta meminimalkan kebutuhan transfusi darah rutin.
Melalui panduan klinis terbaru tahun 2026, pemilihan terapi kini disesuaikan berdasarkan kelompok usia pasien, di mana kelompok usia paruh baya dapat memilih terapi kombinasi tanpa harus menghadapi risiko tinggi dari prosedur transplantasi.