Sebagaimana diwartakan dalam seminar nasional yang digelar Universitas Sumatera Utara bersama Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro dan Pemko Medan, risiko kebakaran di kawasan permukiman padat perkotaan dinilai tidak bisa hanya diselesaikan dengan menambah armada atau mempercepat respons petugas pemadam kebakaran semata. Kesiapan mental serta keterampilan warga lokal hingga tingkat kelurahan dipandang menjadi kunci utama dalam memitigasi bencana secara cepat dan mandiri.
Mengutip laporan media, forum strategis yang dilangsungkan di Ruang DPF Fakultas Hukum USU pada hari Kamis tersebut secara khusus mengupas tuntas penerapan Rencana Induk Sistem Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan atau RISPKP. Program ini difokuskan secara langsung untuk memberdayakan masyarakat di kawasan permukiman padat dan rawan yang selama ini membutuhkan perhatian ekstra.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, program pemberdayaan tersebut menyasar tiga wilayah kelurahan di Kota Medan, yakni Belawan II, Karang Berombak, serta Tegal Sari Mandala II. Ketiga kawasan ini dikenal memiliki tingkat kerawanan tinggi akibat kepadatan bangunan yang luar biasa, akses jalan yang sempit untuk kendaraan pemadam, instalasi listrik rumah tangga yang belum sepenuhnya standar, minimnya fasilitas proteksi mandiri, hingga keberadaan kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas yang memerlukan penanganan khusus saat evakuasi darurat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Medan, Wandro Abadi Agnellus Malau, menjelaskan bahwa upaya mitigasi dan penanggulangan musibah kebakaran harus mampu merangkul seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali, mencakup perempuan, anak-anak, lansia, penyandang disabilitas, hingga masyarakat prasejahtera.
"Damkarmat Kota Medan saat ini didukung enam UPT wilayah, 28 unit armada dan 239 personel. Sepanjang 2025, dari 251 kejadian kebakaran, sebanyak 244 kejadian atau sekitar 97 persen dapat direspons dalam waktu kurang dari 13 menit," terang Wandro sebagaimana dikutip dari laporan iNews.