Formula 1 akan kembali dari jeda musim panas dengan sebuah momen emosional, karena Grand Prix Belanda 2026 dipastikan menjadi balapan terakhir di Sirkuit Zandvoort untuk waktu yang akan datang. Sirkuit yang terletak di pesisir Laut Utara ini dikenal dengan karakter "old-school", lintasan sempit, dan tikungan yang menantang.
Meskipun masa depan sirkuit ini dalam ajang Formula 1 harus berakhir untuk saat ini, para pembalap menegaskan bahwa dampaknya jauh melampaui balapan itu sendiri. Acara ini telah menjadi terkenal karena suasana festivalnya yang meriah, tribun penonton yang penuh, dan dukungan penggemar yang sangat luar biasa.
Sebelum jeda musim panas, juara dunia empat kali Max Verstappen, pemimpin klasemen Lando Norris, dan bintang Mercedes Andrea Kimi Antonelli merefleksikan kepergian sirkuit ini dari kalender balap. Mereka memuji tata letak yang unik serta antusiasme luar biasa dari para penggemar Belanda.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeVerstappen menekankan bahwa meskipun balapan F1 tidak lagi digelar di Zandvoort, warisan sirkuit tersebut tetap akan ada. Ia menyatakan niatnya untuk terus menikmati lintasan tersebut di masa depan, meskipun bukan dalam ajang Formula 1.
Latar Belakang dan Kenangan Pembalap
Zandvoort kembali masuk ke dalam kalender Formula 1 pada tahun 2021 dan langsung menjadi salah satu ajang paling berkesan bagi para pembalap. Verstappen, sebagai pembalap tuan rumah, mengungkapkan bahwa ini adalah momen yang cukup emosional bagi dirinya.
"Tentu saja, kami sudah tahu ini sejak lama. Ini adalah Grand Prix kandang saya, jadi tentu saja saya akan sangat menikmatinya," ujar Verstappen. Ia juga memuji penyelenggara karena berhasil menjadikan Zandvoort sebagai contoh hebat bagi Grand Prix lain dalam hal menghibur penonton.
Lando Norris pun memiliki pandangan serupa, menyebut Zandvoort sebagai salah satu tempat favoritnya di kalender balap. Norris telah mengenal lintasan ini sejak masih berkompetisi di Formula 3 dan menganggap tata letaknya berbeda dari yang lain.
Norris menyatakan, "Seperti yang dikatakan Max, sayang sekali karena ini balapan yang menyenangkan. Ini adalah lintasan yang sangat keren dan salah satu tata letak paling menarik yang ada di kalender."
Warisan dan Harapan untuk Masa Depan
Dampak dari Grand Prix Belanda sangat terasa pada bagaimana standar sebuah acara balap akhir pekan harus diselenggarakan. Atmosfer yang diciptakan oleh "Orange Army" menjadi tolok ukur bagi banyak promotor Grand Prix baru lainnya di seluruh dunia.
Andrea Kimi Antonelli turut memberikan penghormatan meskipun ia mengakui memiliki pengalaman sulit saat kunjungan pertamanya tahun lalu. Ia menyatakan bahwa dari sudut pandang murni mengemudi, Zandvoort adalah lintasan yang sangat luar biasa dan menantang.
Para pembalap menyadari bahwa meskipun Formula 1 meninggalkan tempat ini, sirkuit itu sendiri tetap hidup. Banyak seri balap lain yang akan terus menggunakan fasilitas tersebut untuk kegiatan balap maupun hari lintasan bagi publik.
Terdapat harapan kecil bahwa Grand Prix Belanda bisa kembali suatu hari nanti di lokasi tertentu. Namun, untuk saat ini, para pembalap dan penggemar hanya bisa menikmati momen perpisahan yang akan berlangsung di lintasan ikonik Belanda tersebut.
__QUOTE__ "Kami berkomitmen meningkatkan akses pendidikan bagi seluruh anak bangsa," ujar Menteri Pendidikan."