Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Wabah Ebola Terburuk dalam Sejarah,...
BERITA

Wabah Ebola Terburuk dalam Sejarah, Kongo Catat Lonjakan Kasus

By Bambang Prasetyo 2 min read 15 Agustus 2026
Petugas medis memeriksa pasien di pusat penanganan wabah Ebola di Kongo

Petugas medis memeriksa pasien di pusat penanganan wabah Ebola di Kongo

Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo menunjukkan lonjakan kasus yang sangat mengkhawatirkan dengan jumlah penderita terkonfirmasi melampaui angka 4.600 orang. Krisis kesehatan tersebut bergerak jauh lebih cepat dibandingkan wabah besar yang terjadi pada dekade sebelumnya, sehingga memicu alarm darurat dari berbagai lembaga kesehatan internasional.

Berdasarkan analisis Kabayan News, kecepatan penularan kali ini didorong oleh jenis atau strain Bundibugyo yang langka tanpa ketersediaan vaksin atau obat terapeutik resmi yang memadai. Situasi ini diperburuk oleh sistem layanan kesehatan yang terfragmentasi, kekurangan alat pelindung diri, serta tingginya tingkat ketakutan dan disinformasi di tengah masyarakat setempat.

"Kami harus terus fokus pada upaya penyadaran di pinggiran Bunia dan bagi mereka yang belum bisa menerima keberadaan Ebola," ujar Direktur Tokobika Medical and Surgical Center, Bienvenu Kambale Vayilanda, sebagaimana dilaporkan dari laporan PBS News.

Kendala penanganan semakin kompleks akibat aksi mogok kerja oleh sejumlah tenaga medis yang mengaku belum menerima gaji selama berbulan-bulan di tengah risiko paparan virus yang sangat tinggi. Perawat di Elikya Ebola Treatment Center, Chadrack Rilego, menegaskan bahwa keselamatan keluarga mereka ikut terancam karena potensi penularan dari rumah sakit ke lingkungan rumah.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa sebagian besar kematian akibat Ebola terjadi di dalam komunitas karena pasien terlambat mendapatkan akses fasilitas medis. Situasi kemanusiaan tersebut semakin runyam akibat konflik bersenjata berkepanjangan terkait perebutan sumber daya mineral di wilayah Kongo.

Direktur Center for Global Health Security di UCLA, Anne Rimoin, menilai bahwa wabah ini merupakan bentuk krisis berlapis di tengah situasi darurat yang sudah ada sebelumnya. Lemahnya infrastruktur, konflik bersenjata, dan kurangnya alat diagnosis yang sesuai untuk strain Bundibugyo membuat upaya pengendalian wabah menjadi sangat rumit.

Topics
ebola kongo who kesehatan wabah epidemi afrika
Jurnalis Politik & Ekonomi Senior

Bambang telah menghabiskan dua dekade terakhir meliput dunia politik dan ekonomi Indonesia. Dari gedung DPR hingga Istana Negara, ia telah menyaksikan dan melaporkan peristiwa-peristiwa penting yang membentuk negeri ini. Tulisannya tajam, mendalam, dan selalu mengedepankan fakta serta analisis yang jernih bagi pembaca Kabayan News.