Perusahaan kecerdasan buatan milik Elon Musk, xAI, resmi melayangkan gugatan hukum terhadap seorang pria asal Carolina Selatan. Pria bernama Terry Harwood tersebut diduga menyalahgunakan sistem AI Grok untuk membuat materi bermuatan eksploitasi seksual dan pornografi anak.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Gugatan yang diajukan di pengadilan federal Texas menyatakan bahwa tindakan Harwood telah melanggar ketentuan layanan perusahaan. Kasus ini menjadi salah satu preseden pertama di dunia di mana perusahaan pengembang teknologi kecerdasan buatan menuntut penggunanya sendiri akibat penyalahgunaan generatif AI.
Sebelumnya, Harwood telah ditangkap oleh pihak berwenang atas tuduhan serupa. Pihak xAI menegaskan tidak mentoleransi segala bentuk pelanggaran dan mengklaim telah menindak puluhan ribu akun yang melanggar kebijakan serupa sepanjang tahun ini.
"Tindakan terdakwa adalah skema terhitung untuk mempersenjatai alat penggugat demi tujuan kriminal, mengekspos korban nyata pada bahaya yang mendalam, sekaligus menimbulkan risiko hukum dan kerusakan reputasi yang signifikan bagi perusahaan," tulis xAI dalam dokumen gugatannya.
Dalam tuntutannya, xAI meminta ganti rugi finansial dalam jumlah yang tidak disebutkan serta meminta pengadilan mengeluarkan perintah permanen untuk memblokir akses Harwood dari seluruh layanan Grok di masa mendatang.