Nicholas Kaldor, yang lahir dengan nama Káldor Miklós pada 12 Mei 1908 di Budapest, Hungaria, adalah seorang ekonom terkemuka yang berkarier di Inggris. Ia dikenal luas di dunia akademis internasional atas kontribusinya yang mendalam terhadap teori ekonomi makro, kesejahteraan, dan siklus bisnis. Perjalanan intelektualnya membawanya menjadi salah satu figur penting dalam mazhab pemikiran Pasca-Keynesian.
Latar belakang pendidikannya yang kuat dimulai dari Budapest, Berlin, hingga London School of Economics (LSE), tempat ia menyelesaikan studinya dengan gemilang. Setelah lulus, ia mendedikasikan dirinya sebagai akademisi dan peneliti di LSE sebelum akhirnya pindah ke Universitas Cambridge. Di sana, ia mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pemikir ekonomi paling berpengaruh pada abad ke-20.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSelain aktif di dunia akademik, Kaldor juga mendedikasikan keahliannya sebagai penasihat kebijakan ekonomi bagi pemerintah Britania Raya serta berbagai negara di dunia. Ia terlibat dalam perumusan kebijakan penting seperti pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak pengeluaran. Pemikirannya yang kritis terhadap kebijakan moneter monetaris turut mewarnai perdebatan ekonomi global pada masanya.
Nicholas Kaldor tutup usia pada 30 September 1986 di Papworth Everard, Cambridgeshire, setelah meninggalkan warisan ilmiah yang abadi. Kontribusinya dalam menganalisis dinamika siklus bisnis dan distribusi pendapatan tetap menjadi rujukan utama bagi para ekonom hingga hari ini. Reputasinya sebagai intelektual yang tajam dan visioner terus dikenang dalam sejarah pemikiran ekonomi modern.
Kehidupan Awal dan Pendidikan
Nicholas Kaldor lahir di Budapest sebagai putra dari pasangan Gyula Káldor, seorang pengacara dan penasihat hukum kedutaan besar Jerman, serta Jamba, seorang wanita terpelajar dan ahli bahasa. Lingkungan keluarga yang intelektual memberikan fondasi yang kuat bagi perkembangan anak-anak di keluarganya. Sejak usia muda, ia telah mendapatkan akses terhadap pendidikan berkualitas tinggi di tanah kelahirannya.
Ia mengenyam pendidikan dasar dan menengah di Budapest serta Berlin sebelum akhirnya memutuskan pindah ke Inggris untuk melanjutkan studi tinggi. Di London School of Economics (LSE), ia mendalami bidang ekonomi dan berhasil lulus dengan meraih gelar BSc dalam bidang ekonomi berpredikat kelas satu pada tahun 1930. Prestasi akademis yang cemerlang ini membuka jalan baginya untuk bergabung dengan jajaran staf pengajar di LSE.
Kariernya di dunia akademik berkembang pesat ketika ia diangkat menjadi asisten pengajar, dan kemudian menjadi dosen serta lektor kepala di LSE menjelang tahun 1938. Selama Perang Dunia II, ia sempat bekerja untuk National Institute of Economic and Social Research sebelum menjabat sebagai Direktur Riset dan Perencanaan di Komisi Ekonomi untuk Eropa. Pengalaman praktis ini semakin memperkaya wawasan ekonominya mengenai masalah-masalah ekonomi makro nyata.