Indeks acuan pasar saham domestik Sensex dan Nifty kompak dibuka melemah pada perdagangan Kamis menyusul sentimen negatif dari pasar global. Berdasarkan pengamatan Kabayan News, tekanan utama datang dari eskalasi ketegangan di kawasan Selat Hormuz yang membuat harga energi tetap tinggi.
Indeks 30 saham BSE Sensex terkoreksi 172,48 poin ke level 77.786,41 pada awal perdagangan. Sementara itu, indeks 50 saham NSE Nifty terpangkas 90,35 poin menuju posisi 24.343,50 akibat aksi ambil untung pelaku pasar.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeTekanan jual menimpa sejumlah saham unggulan seperti Titan, UltraTech Cement, Reliance Industries, ICICI Bank, Kotak Mahindra Bank, hingga Infosys. Sebaliknya, beberapa emiten seperti InterGlobe Aviation, Tech Mahindra, Eternal, dan NTPC justru mencatat penguatan di tengah tren pelemahan pasar.
CEO Enrich Money Ponmudi R menyatakan bahwa tingginya harga minyak mentah akibat konflik antara Amerika Serikat dan Iran di Selat Hormuz menjadi faktor utama beban pasar ekuitas domestik. Kondisi tersebut membuat sentimen investor cenderung berhati-hati dalam mengambil keputusan.
Berdasarkan analisis Kabayan News, pasar energi global menghadapi premi risiko geopolitik yang signifikan meskipun patokan minyak mentah Brent sempat diperdagangkan melemah tipis di bawah level 89 dolar Amerika Serikat per barel.
Founder dan CEO HST Wealth Hariselvan Radhakrishnan menambahkan bahwa ketidakpastian di jalur pelayaran penting tersebut terus menjaga volatilitas harga energi tetap tinggi. Di sisi lain, bursa saham Asia secara umum bergerak menguat didorong sentimen positif dari data inflasi Amerika Serikat.
Berdasarkan data bursa, Investor Institusi Asing (FII) tercatat melepas kepemilikan saham senilai 1.002,50 crore rupee pada perdagangan hari sebelumnya. Pelemahan lanjutan ini menyusul koreksi bursa pada penutupan hari Rabu ketika Sensex merosot 187,90 poin ke level 77.966,35.