KORAN - PIKIRAN RAKYAT - Sejumlah warga Kampung Peundeuy, Desa Tanjunglaya, Kecamatan Cikancung, Kabupaten Bandung mengeluhkan debu yang beterbangan ke rumah dan ke tempat berjualan di lokasi tersebut. Diduga kuat, material debu pekat tersebut berasal dari aktivitas tempat produksi coran di wilayah setempat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Salah seorang warga Desa Tanjunglaya, Fatimah mengaku mesti membersihkan debu yang masuk ke tempat berdagang miliknya setiap beberapa jam sekali. Tempat berdagang miliknya berada tepat di bagian depan kediamannya.
"Selain membersihkan etalase dari debu, mesti menyiram jalan di depan tempat berdagang. Debu yang jatuh ke permukaan jalan beterbangan lagi ketika ada kendaraan lewat," ucap Fatimah, Selasa (21/7/2026).
Fatimah mengatakan, kondisi berdebu ini mulai terjadi sejak satu bulan lalu. Dia meyakini debu tebal tersebut berasal dari aktivitas produksi coran di desa tetangga, yakni Desa Bojongsalam, Kecamatan Rancaekek.
"Saat ini sudah mengalami dampaknya, seperti mata perih, dan agak sesak. Warga sempat protes ke tempat produksi coran itu. Kami berharap, operasional tempat produksi coran itu berhenti," ucap dia.
Hal senada disampaikan oleh Sugeng, seorang pedagang bakso di Desa Tanjunglaya. Ia mengaku sangat terganggu dengan kepulan debu yang tak kunjung berhenti menyelimuti area usahanya.
"Banyak pembeli yang mengeluhkan kondisi debu beterbangan. Debu masuk ke tempat jualan secara terus-menerus," ucap Sugeng.
Menanggapi keluhan masyarakat tersebut, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan dan Penataan Hukum Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung, Robby Dewantara Sukardi menegaskan bahwa pihak pemerintah akan segera mengambil tindakan.
Robby menyampaikan bahwa tim gabungan dari instansi terkait akan diturunkan secara langsung ke lokasi untuk mengecek kondisi lapangan sekaligus memeriksa kesesuaian dokumen perizinan dari tempat produksi coran tersebut.