Security market line atau SML merupakan representasi grafis dari capital asset pricing model yang menampilkan tingkat pengembalian harapan suatu sekuritas individu. Grafik ini memetakan hubungan fungsional antara imbal hasil dengan risiko sistematis atau risiko yang tidak dapat didiversifikasi.
Risiko dari suatu sekuritas berisiko individu mencerminkan volatilitas tingkat pengembalian sekuritas tersebut daripada sekadar pengembalian portofolio pasar secara keseluruhan. Seluruh risiko yang melekat pada sekuritas individual ini merepresentasikan risiko sistematis yang harus diperhitungkan oleh investor.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeTitik potong sumbu Y pada grafik SML setara dengan tingkat suku bunga bebas risiko yang berlaku di pasar keuangan. Sementara itu, kemiringan atau slope dari garis SML mencerminkan premi risiko pasar serta menggambarkan pertukaran antara risiko dan hasil.
Ketika diaplikasikan dalam manajemen portofolio, SML merepresentasikan biaya peluang investasi yang melibatkan kombinasi portofolio pasar dan aset bebas risiko. Sekuritas yang diberi harga secara tepat akan diplot secara pas tepat pada garis SML tersebut.
Analisis Penilaian Aset dan Rasio Treynor
Aset yang berada di atas garis SML dinilai undervalued karena mampu menghasilkan pengembalian yang lebih tinggi untuk tingkat risiko tertentu. Sebaliknya, aset yang berada di bawah garis tersebut dikategorikan sebagai overvalued akibat imbal hasil yang lebih rendah.
Pertanyaan mengenai bentuk SML ketika nilai beta bernilai negatif kerap muncul di kalangan praktisi pasar keuangan. Investor rasional tetap bersedia menerima aset tersebut meskipun memberikan imbal hasil di bawah tingkat bebas risiko demi mendapatkan proteksi portofolio.
Seluruh portofolio yang terletak di sepanjang garis SML memiliki nilai Treynor ratio yang identik dengan portofolio pasar. Kemiringan garis SML itu sendiri pada dasarnya merupakan rasio Treynor dari portofolio pasar karena nilai beta pasar bernilai satu.
Aturan praktis dalam pemilihan saham dengan beta positif adalah membeli jika rasio Treynor berada di atas SML dan menjual jika berada di bawahnya. Kelebihan pengembalian abnormal di atas tingkat pasar pada tingkat risiko tertentu inilah yang dikenal sebagai alpha.