Abjad Arab Selatan Kuno atau yang kerap dikenal sebagai abjad Musnad merupakan salah satu sistem penulisan paling berpengaruh yang pernah berkembang di wilayah Jazirah Arab bagian selatan sejak abad ke-9 SM hingga abad ke-6 M. Berdasarkan catatan sejarah, aksara ini merupakan turunan dari abjad Proto-Sinai yang dahulu dimanfaatkan untuk menuliskan berbagai bahasa Semenanjung Arab Selatan Kuno seperti Saba, Qataban, Hadramaut, Minai, dan Hasa, serta beberapa bahasa di kawasan Etiopia termasuk Ge'ez di D¿mt. Sebagaimana dilaporkan dalam catatan sejarah, prasasti paling awal dari naskah tersebut diperkirakan mulai dibuat pada abad ke-9 SM di kawasan Region Laut Merah Utara, Eritrea, dengan karakteristik unik berupa ketiadaan huruf vokal.
Dalam perkembangannya, abjad ini secara populer digunakan pada tahun 800 SM dan bertahan hingga abad ke-6 M sebelum akhirnya tergeser oleh dominasi abjad Arab. Tim redaksi mengamati bahwa keberadaan aksara ini tidak hanya berhenti di Jazirah Arab, melainkan juga menorehkan jejak penting di Etiopia dan Eritrea dengan menurunkan aksara Ge'ez yang dilengkapi huruf tambahan untuk menuliskan bahasa Amhar, Tigrinya, dan Tigre. Mengutip laporan terkait sistem penulisan kuno, masyarakat masa itu juga mengenal bentuk kursif yang dinamakan Zabur, di mana kaum Saba menggunakannya sebagai pelengkap aksara prasasti untuk keperluan naskah keagamaan maupun pencatatan transaksi sehari-hari di atas papirus atau batang daun lontar.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSelain sistem hurufnya yang kaya, abjad ini juga memiliki struktur penomoran yang unik menggunakan enam tanda khusus dalam sistem aditif mirip angka Romawi untuk merepresentasikan berbagai nilai. Berdasarkan analisis awak media, kompleksitas sistem angka tersebut membuat tulisan kuno ini sering kali diperjelas kembali menggunakan kata-kata dalam prasasti peringatan guna menghindari ambiguitas makna. Guna melestarikan warisan digitalnya, abjad Jazirah Selatan Kuno secara resmi telah ditambahkan ke dalam Standar Unicode pada Oktober 2009 melalui rilis versi 5.2 dalam blok khusus bertuliskan "Old South Arabian" pada rentang U+10A60 hingga U+10A7F.