Raksasa farmasi dunia Pfizer mengumumkan rencana pemangkasan biaya operasional secara besar-besaran menyusul rilis laporan keuangan kuartal kedua. Berdasarkan pengamatan Kabayan News, perusahaan asal Amerika Serikat tersebut berkomitmen memangkas anggaran hingga 2,5 miliar dolar AS atau sekitar 2,17 miliar euro dalam program efisiensi yang dijadwalkan bergulir hingga 2029.
Langkah penghematan tersebut diambil di tengah pencapaian pendapatan kuartal kedua yang melampaui estimasi analis berkat kenaikan sebesar 3 persen menjadi 15 miliar dolar AS. Pertumbuhan itu didorong secara masif oleh produk unggulan yang diproduksi di fasilitas manufaktur Irlandia, termasuk obat pengencer darah Eliquis serta rangkaian vaksin Prevnar.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMeskipun membukukan kinerja positif pada lini produk tertentu, Pfizer tetap dihadapkan pada tekanan penurunan pendapatan dari produk terkait pandemi Covid-19 dalam beberapa tahun terakhir. Situasi ini mendorong manajemen memperketat kendali keuangan melalui program restrukturisasi operasional pabrik global.
Dari analisis Kabayan News, jaringan fasilitas produksi Pfizer di wilayah Irlandia diprediksi tidak akan luput dari sasaran program pemangkasan biaya lanjutan tersebut. Terlebih lagi, perusahaan menghadapi tantangan berakhirnya masa eksklusivitas paten untuk beberapa obat andalan di pasar global.
Ancaman kedaluwarsa paten atau patent cliff dipandang menjadi beban tersendiri bagi keberlangsungan pendapatan jangka panjang perusahaan farmasi multinasional tersebut. Manajemen dituntut menjaga margin keuntungan sekaligus mendanai riset pengembangan produk baru guna mengisi kekosongan portofolio masa depan.