Perekonomian UK diprediksi mencatatkan pertumbuhan kuartal kedua berturut-turut seiring kemampuan sektor bisnis beradaptasi terhadap dampak konflik Iran serta tekanan harga global.
Berdasarkan laporan Office for National Statistics yang dirilis pada hari Kamis, data menunjukkan tingkat ketahanan ekonomi tinggi dalam menghadapi berbagai kendala rantai pasok dan ketidakpastian politik.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSejumlah ekonom memperkirakan produk domestik bruto (GDP) mengalami peningkatan sebesar 0,4 persen untuk kuartal kedua yang mencakup periode April hingga Juni.
Pencapaian tersebut menandakan perekonomian terus melaju setelah sebelumnya membukukan kenaikan GDP sebesar 0,6 persen pada tiga bulan pertama tahun 2026.
Kepala Ekonom UK di Pantheon Macroeconomics, Rob Wood, menyatakan bahwa gambaran besar menunjukkan perekonomian tetap tangguh menghadapi hantaman dari perang di Iran.
Sektor jasa yang mendominasi perekonomian UK mengalami penguatan pada bulan Mei, terutama didorong oleh sektor profesional serta riset ilmiah dan pengembangan.
Data terbaru juga menunjukkan pabrik serta perusahaan manufaktur melakukan penumpukan stok untuk mengantisipasi potensi kelangkaan pasokan dan kenaikan harga.
Kendati demikian, situasi kurang menggembirakan mulai terlihat pada bulan Juni akibat gelombang panas yang memberikan dampak beragam bagi para pelaku usaha.