Tim Formula 1 Aston Martin terus memperkuat struktur manajemen mereka demi menembus persaingan elit balapan jet darat. Teranyar, tim yang dipimpin oleh Lawrence Stroll ini kedatangan sosok berpengaruh, yakni Robert Wood Johnson, seorang mantan pejabat di era pemerintahan Donald Trump.
Sebagaimana dilaporkan oleh media Spanyol, Marca, Johnson yang juga merupakan mantan Duta Besar Amerika Serikat untuk Inggris itu telah mengakuisisi saham minoritas di Aston Martin. Langkah strategis ini menempatkan dirinya sebagai salah satu Wakil Presiden di dalam Dewan Direksi tim.
Sosok yang akrab disapa "Woody" ini bukanlah pemain baru dalam dunia bisnis maupun olahraga. Ia merupakan pewaris kekayaan raksasa farmasi Johnson & Johnson. Di bidang olahraga, Johnson sebelumnya telah memiliki rekam jejak sebagai pemilik klub NFL, New York Jets, serta memiliki saham di klub sepak bola Crystal Palace.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeLawrence Stroll menyambut positif masuknya investor baru ini ke dalam proyek ambisius mereka. "Saya sangat senang menyambutnya. Pengalaman, semangat, dan investasinya memperkuat kami untuk mengambil langkah berikutnya dalam tantangan kompetitif ini," ujar Stroll dalam pernyataan resmi tim.
Sementara itu, Robert Wood Johnson mengungkapkan kekagumannya terhadap proyek Aston Martin yang juga diperkuat oleh pembalap bintang Fernando Alonso dan pakar teknis Adrian Newey. "Saya memiliki apresiasi besar terhadap Aston Martin sejak masa saya di Inggris, dan saya berbagi visi strategis dengan Lawrence Stroll," ungkap Johnson.
Meski memegang peran penting di jajaran manajemen, pihak Aston Martin menegaskan bahwa operasional harian tim akan tetap berada di bawah kendali penuh Lawrence Stroll. Kehadiran Johnson diyakini bakal memberikan tambahan modal serta jejaring luas bagi tim untuk bersaing di papan atas Formula 1.