Perusahaan aset digital GSR memutuskan untuk merombak portofolio model Core3 dengan mendongkrak porsi kepemilikan Solana menjadi 43,6 persen pada pertengahan Agustus 2026. Berdasarkan pengamatan Kabayan News, langkah tersebut menjadikan SOL sebagai aset dengan porsi terbesar di dalam model kerangka kerja investasi profesional itu, menggeser posisi dominan aset kripto lainnya.
Perubahan alokasi tersebut menandai pergerakan drastis dari pekan sebelumnya ketika posisi Solana berada di angka 36,5 persen. Sebaliknya, porsi Ether terkoreksi ke level 39,5 persen, sementara Bitcoin mengalami penurunan paling tajam hingga menyentuh angka 16,9 persen dan menjadi bobot terkecil di antara ketiga aset tersebut.
Menurut penjelasan resmi perusahaan, penyesuaian porsi tersebut mencerminkan pergeseran sinyal alfa relatif terhadap performa pasar. Sebagaimana dilaporkan dari analisis Kabayan News, SOL menunjukkan momentum harga jangka pendek lebih kuat dibandingkan aset utama lainnya meskipun volume perdagangan sempat melambat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeData pasar menunjukkan Solana mencatatkan imbal hasil mingguan tertinggi sebesar 2,98 persen di tengah pelemahan Bitcoin sebesar 1,02 persen dan penurunan tipis Ether sebesar 0,20 persen. Walaupun demikian, Ether tetap memimpin catatan keuntungan bulanan dengan perolehan menyentuh 7,88 persen.
Di sisi lain, perluasan akses produk keuangan teregulasi di Amerika Serikat turut mewarnai dinamika pasar aset digital saat ini. Sejumlah institusi besar seperti Morgan Stanley telah meluncurkan instrumen pendukung yang memungkinkan eksposur lebih luas bagi investor terhadap pergerakan aset Solana secara legal.
Pihak GSR menegaskan bahwa publikasi model Core3 merupakan kerangka kerja teoretis bagi investor profesional dan bukan merupakan anjuran investasi langsung. Pengamat pasar memprediksi pergerakan bobot portofolio ini akan terus berubah seiring dinamika volatilitas dan kondisi likuiditas global yang fluktuatif.