Bitcoin masih tertahan di sekitar level USD 63.000 meskipun bursa saham Amerika Serikat mencetak rekor tertinggi baru, memicu perdebatan panjang mengenai status titik terendah pasar kripto. Berdasarkan pengamatan Kabayan News dari laporan Benzinga, trader kripto populer Trader Mayne mengungkapkan bahwa pergerakan Bitcoin praktis terjebak dalam kisaran serupa sejak Juni lalu.
"Dasar pasar adalah sebuah proses," ungkap Trader Mayne dalam siniar terbarunya, seraya merujuk pada siklus historis di mana Bitcoin membutuhkan waktu berbulan-bulan guna membangun basis harga sebelum akhirnya reli menembus batas atas.
Berdasarkan analisis Kabayan News, siklus empat tahunan tradisional mengindikasikan potensi titik terendah baru kemungkinan besar baru terbentuk menjelang akhir kuartal keempat atau awal tahun 2027 mendatang. Alih-alih mencoba menebak waktu titik terendah secara presisi, strategi akumulasi bertahap menjadi pilihan lebih aman sambil menyiapkan cadangan dana tunai untuk menghadapi potensi penurunan lanjutan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKelemahan aset digital ini semakin terlihat jelas karena gagal mengekor penguatan pasar saham global. Trader Mayne memperingatkan bahwa koreksi pada pasar saham berpotensi memberikan tekanan tambahan bagi Bitcoin yang selama ini kesulitan berpartisipasi dalam momentum kenaikan.
Sementara itu, nasib altcoin utama seperti Ethereum, Solana, dan XRP juga menunjukkan pergerakan serupa dalam zona konsolidasi ketat. Ethereum dinilai masih berada dalam tren bearish akibat kegagalan pantulan harga mengubah struktur pasar secara keseluruhan, sementara Solana dan XRP memerlukan konfirmasi breakout dari garis tren turun sebelum menunjukkan sinyal pembalikan arah yang kuat.
Faktor lain yang perlu diwaspadai pelaku pasar adalah tingginya rasio open interest Bitcoin terhadap kapitalisasi pasar secara keseluruhan. Sebagaimana dilaporkan melalui platform X oleh trader Cav, posisi bearish yang menumpuk di pasar justru berisiko memicu aksi short squeeze apabila harga Bitcoin secara tak terduga berbalik melesat naik.