Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, kembali menunjukkan langkah strategis dalam menggenjot pertumbuhan ekonomi daerah. Kali ini, orang nomor satu di Jawa Timur tersebut menegaskan komitmen untuk memperdalam kolaborasi konkret dengan Singapura, terutama pada sektor investasi, perdagangan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Khofifah saat menghadiri acara peringatan Hari Kemerdekaan Singapura ke-61 di Shangri-La Hotel, Jakarta, Rabu (19/8). Dalam kesempatan itu, ia hadir didampingi oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak beserta jajaran terkait untuk menunjukkan dukungan penuh terhadap hubungan diplomatik dan ekonomi kedua belah pihak.
Khofifah menekankan bahwa momen perayaan kemerdekaan negara tetangga tersebut adalah waktu yang tepat untuk merefleksikan kembali kerja sama yang sudah terjalin. Berdasarkan catatan DPM PTSP Jatim, Singapura secara konsisten menempatkan diri sebagai salah satu investor utama di Jawa Timur dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, yakni sepanjang 2023 hingga 2025.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSalah satu bukti nyata dari kedekatan hubungan tersebut adalah kesuksesan Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur ke Singapura pada November 2025 lalu. Dalam kegiatan tersebut, Jawa Timur berhasil mengantongi transaksi fantastis dengan nilai mencapai lebih dari Rp4,163 triliun yang terbagi dalam 21 transaksi.
"Alhamdulillah, saat saya memimpin langsung misi dagang Singapura November lalu sukses dan bernilai fantastis. Misi dagang ini adalah ikhtiar kami mempertemukan pelaku usaha Jawa Timur dan Singapura khususnya untuk memperluas potensi produk industri dan perdagangan, serta membuka peluang investasi lainnya," ujar Khofifah seperti dikutip dari laporan media.
Selain fokus pada arus modal, Khofifah juga memberikan perhatian serius pada aspek pembangunan SDM. Menurutnya, untuk bersaing di kancah ASEAN yang semakin kompetitif, Jawa Timur memerlukan SDM yang berkualitas global. Kerja sama ini di antaranya mencakup program beasiswa bagi ASN Pemprov Jawa Timur untuk menimba ilmu langsung di Singapura.
Langkah strategis ini juga didukung dengan komunikasi intensif antar-pemerintah. Khofifah menyebut bahwa pertemuan dengan Duta Besar Singapura untuk Indonesia telah dilakukan secara berkala, bahkan hingga ke Gedung Negara Grahadi, sebagai bagian dari upaya membangun fondasi kerja sama strategis yang lebih luas ke depannya.