Dulu, harga GPU US999masihterasamahaltapimasihmasukakalbagiparagameryangrelamenabungberbulan−bulandemimerakitPCimpian.Namun,Nvidiakinibersiapmembuathargatersebutterasamurahdimasamendatang.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →PadaJanuarilalu,beredarlaporanbahwaAMDdanNvidiatelahmemberiperingatankepadamitrapabrikantentangrencanakenaikanharga.Seminggukemudian,klaimtersebutmulaiterbuktidenganmunculnyadatahargaterbarudaripasarChina.
BerdasarkankurspasarChinasaatini,yangmungkinakansedikitberubahsetelahhargaresmidiASdirilis,RTX5060TidiprediksimencapaisekitarUS 783, melonjak dari harga peluncuran US429.Artinya,perusahaanhampirmenggandakanhargajualnya.
Sementaraitu,RTX5070disebut−sebutmenujuangkaUS 973, dan RTX 5070 Ti menuju US1.408,yangnyarisduakalilipatdarihargaawalmasing−masingUS 549 dan US749.
Kenaikanpalingekstremjustruterjadidijajaranpuncak,terutamakarenahargaawalmerekasudahsangattinggi.RTX5080yangsemulaUS 999 dilaporkan melonjak hingga sekitar US1.845,sedangkanRTX5090flagshipmelompatdariUS 1.999 menjadi US$ 3.843 yang fantastis.
Yang lebih mengkhawatirkan, ini baru harga dasar dari Nvidia. Kartu dari mitra pabrikan dengan sistem pendingin kustom atau overclock pabrik kemungkinan akan dibanderol lebih mahal lagi.
Faktor pendorong utama di balik lonjakan ini bukanlah permintaan dari sektor gaming, melainkan bisnis kecerdasan buatan atau AI. Bisnis pusat data Nvidia, yang mendatangkan pesanan bernilai tinggi, telah membuat kapasitas manufaktur GPU menjadi sumber daya langka dan lebih menguntungkan. Akibatnya, kartu grafis untuk konsumen gamer semakin diposisikan sebagai prioritas yang lebih rendah.
Bagi Anda yang masih memegang GPU saat ini, mungkin ini saatnya untuk merawatnya lebih lama. Antara kenaikan harga konsol dan kini kabar buruk ini, gaming PC perlahan berubah menjadi hobi yang betul-betul mahal. Jika tren ini berlanjut, merakit PC gaming bisa menjadi kegiatan yang hanya terjangkau oleh para penggemar dengan anggaran kelas atas.
Situasi ini juga memberi tekanan pada pesaing seperti AMD yang kemungkinan akan merespons dengan strategi harga masing-masing. Namun, selama permintaan AI tetap meledak, konsumen gamer mungkin harus bersiap menghadapi realitas baru dalam dunia hardware.