Indeks KOSPI Korea Selatan anjlok hampir 10 persen pada perdagangan Selasa akibat aksi jual besar-besaran yang dilakukan oleh para investor asing terhadap saham sektor semikonduktor dan berkapitalisasi besar.
Berdasarkan laporan pasar keuangan, Indeks Korea Composite Stock Price Index atau KOSPI merosot tajam sebesar 910,71 poin atau setara dengan 9,99 persen hingga ditutup pada level 8.203,84 setelah sebelumnya sempat menyentuh angka 9.175,45 pada sesi perdagangan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMengutip data dari otoritas bursa, Korea Exchange selaku operator bursa efek setempat terpaksa mengaktifkan penghentian darurat perdagangan atau market-wide circuit breaker setelah indeks merosot lebih dari 8 persen dari penutupan sebelumnya.
Berdasarkan catatan historis pasar, peristiwa ini menandai keempat kalinya sepanjang tahun ini serta kesepuluh kalinya dalam sejarah bursa Korea di mana seluruh perdagangan saham harus dihentikan sementara selama 20 menit.
Sementara itu dari pasar mata uang, nilai tukar mata uang Won Korea melemah tipis ke posisi 1.539,1 per dolar Amerika Serikat menjelang penutupan sore hari.
Tim redaksi mengamati bahwa kejatuhan signifikan di bursa Seoul ini tidak lepas dari sentimen negatif pelemahan saham teknologi di bursa Wall Street sehari sebelumnya yang memicu aksi ambil untung secara serentak.