Investasi kecerdasan buatan global melonjak drastis hingga mencapai 2,5 triliun dolar AS pada tahun 2026, yang menunjukkan kenaikan sebesar 44 persen dari tahun sebelumnya menurut riset Gartner. Di tengah gelontoran dana fantastis tersebut, survei terbaru Pearl Meyer Q2 2026 Market Intelligence yang melibatkan 116 responden penting mengungkapkan persoalan krusial terkait struktur kepemimpinan.
Hanya 34 persen eksekutif C-suite yang menyatakan secara konsisten bahwa penanggung jawab atau tim pengambil keputusan strategi kecerdasan buatan terlihat jelas di perusahaan mereka. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan pandangan anggota dewan direksi yang mencapai 53 persen serta manajer senior di bawah level C-suite sebesar 57 persen.
Kesenjangan persepsi ini memicu kekhawatiran serius mengingat para eksekutif yang berada di garda depan implementasi teknis justru merasa kebingungan terkait arah kebijakan. "Ambisi untuk hasil kecerdasan buatan saat ini melampaui struktur kepemimpinan yang dibutuhkan untuk mewujudkannya," tulis laporan studi Pearl Meyer yang dirilis pada Kamis.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSituasi berisiko tinggi ini membuat para CEO di Amerika Serikat berada di bawah tekanan besar untuk membuktikan hasil nyata kepada para investor. Berdasarkan survei terpisah terhadap 900 CEO, sebanyak 80 persen pimpinan perusahaan meyakini posisi jabatan mereka terancam jika proyek kecerdasan buatan mengalami kegagalan atau tertinggal dari para kompetitor bisnis.
Ancaman Benturan Antara Investasi Besar dan Risiko Kelelahan Karyawan
Tantangan penerapan teknologi canggih ini juga diwarnai oleh potensi konflik budaya kerja serta tingkat kelelahan karyawan yang kerap diabaikan oleh para pemimpin puncak. Sebanyak 63 persen CEO merasa optimis bahwa para pekerja mampu beradaptasi dengan perubahan organisasi secara masif tanpa merasa terbebani secara berlebihan.
Sebaliknya, hanya 33 persen jajaran C-suite dan 40 persen eksekutif non-C-suite yang memiliki pandangan serupa mengenai kapasitas ketahanan mental serta operasional tim di lapangan. Perbedaan pandangan ini memperlihatkan adanya jurang komunikasi yang lebar antara pembuat kebijakan strategis dan pelaksana operasional harian.
Brad Jayne selaku principal di Pearl Meyer sekaligus salah satu penulis studi memperingatkan potensi terjadinya saling lempar tanggung jawab ketika evaluasi tahunan tiba. "Saya khawatir tentang aksi saling tunjuk kesalahan jika dewan direksi dan tim manajemen gagal menghubungkan pengeluaran kecerdasan buatan dengan hasil nyata," ungkap Jayne.
Jika belanja modal melonjak hingga diproyeksikan menyentuh angka 3,3 triliun dolar AS pada tahun depan tanpa tata kelola yang jelas, gejolak pergantian posisi kepemimpinan diprediksi bakal terjadi. Perusahaan-perusahaan besar kini dihadapkan pada ujian berat untuk menyeimbangkan antara kecepatan adopsi teknologi dan mitigasi risiko operasional internal.