Gubernur California Gavin Newsom menuai gelombang protes keras setelah mendorong kebijakan pembatasan insentif pajak bagi korporasi dalam anggaran negara bagian terbarunya. Kebijakan ini dinilai para pelaku industri film dan anggota parlemen sebagai langkah keliru yang justru dapat mematikan lapangan pekerjaan di sektor perfilman Hollywood yang saat ini sedang berjuang untuk bangkit.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menyikapi situasi tersebut, sekitar tiga puluh anggota parlemen California mengirimkan surat resmi kepada sang gubernur untuk mendesak perbaikan aturan. Mereka meminta pengecualian khusus bagi program kredit pajak film dan televisi yang selama ini selalu dibanggakan Gavin Newsom sebagai pendorong utama ekosistem industri kreatif di negara bagian tersebut.
Dalam surat bersama itu, para legislator menegaskan bahwa posisi kompetitif California akan sangat terpukul akibat kebijakan baru ini. "Langkah ini menciptakan ketidakpastian yang signifikan bagi perusahaan produksi film terkait kapan, bagaimana, atau bahkan apakah mereka nantinya dapat mencairkan kredit pajak yang telah mereka peroleh," tulis mereka.
Pada proses penyusunan anggaran tahun ini, Gavin Newsom mengusulkan pembatasan permanen pada potongan pajak bisnis sebesar 5 juta dolar AS atau 50 persen dari total kewajiban pajak. Versi final dari aturan ini memperpanjang batasan yang ada selama tiga tahun ke depan, dan mulai tahun 2030 batasan tersebut akan diubah menjadi 5 juta dolar AS atau 70 persen dari kewajiban pajak.
Anggota parlemen mengaku sempat keliru dan mengira pembatasan tersebut tidak akan menyasar program insentif industri perfilman. "Kita perlu menyadarkan orang-orang bahwa perubahan yang awalnya dikira minor ini sebenarnya sangat signifikan dan akan berdampak pada hilangnya banyak lapangan kerja jika kita tidak segera memperbaikinya," ujar Anggota Majelis Rick Zbur dari Los Angeles.
Sejumlah asosiasi industri film juga memperingatkan bahwa pembatasan ini mencederai janji pemerintah California. Padahal baru-baru ini Gavin Newsom mengumumkan bahwa program kredit pajak film dan TV diproyeksikan mampu memberikan dampak ekonomi rekor hingga 6,6 miliar dolar AS bagi wilayah tersebut.
Pihak Motion Picture Association dan Entertainment Union Coalition turut menyatakan keberatan mereka melalui surat terpisah. Menurut mereka, ketidakpastian yang muncul akibat perubahan regulasi yang mendadak ini seolah mengirimkan sinyal buruk bahwa insentif yang dijanjikan pemerintah berpotensi tidak akan ditepati.
Di sisi lain, kantor gubernur langsung pasang badan membela kebijakan tersebut dan menyebut pembatasan kredit pajak sebagai instrumen fiskal yang sangat penting demi menjaga stabilitas keuangan negara bagian. Walau begitu, mereka berjanji akan terus bekerja sama dengan pelaku industri dan mitra legislatif agar program ini tetap kompetitif.
Hantaman regulasi pajak ini menjadi pukulan telak terbaru bagi industri perfilman ikonik Hollywood. Pasalnya, beberapa studio produksi sebelumnya sudah mulai memindahkan lokasi syuting ke negara bagian lain akibat dampak berkepanjangan dari pandemi COVID-19, aksi mogok massal penulis dan sutradara pada 2023, serta pemangkasan anggaran korporasi.