Timnas Argentina berhasil melangkah ke babak final Piala Dunia 2026 setelah memetik kemenangan dramatis atas Inggris dengan skor akhir 2-1 dalam laga semifinal yang tensinya sangat tinggi. Pertandingan sengit yang digelar di Atlanta Stadium, Amerika Serikat tersebut memperlihatkan perjuangan luar biasa dari skuad asuhan Lionel Scaloni untuk membalikkan kedudukan dari ketertinggalan.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan jalannya pertandingan, Inggris sebenarnya sempat memimpin jalannya laga terlebih dahulu lewat sumbangan gol yang dicetak oleh Anthony Gordon pada menit ke-55. Namun, Argentina membuktikan mentalitas juara mereka dengan menyamakan kedudukan melalui Enzo Fernandez pada menit ke-85, sebelum akhirnya Lautaro Martinez mengunci kemenangan dramatis La Albiceleste lewat gol telat pada masa injury time menit ke-90+2.
Kemenangan ini secara otomatis membawa tim Tango tampil di partai puncak turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia untuk kedua kalinya secara beruntun setelah mereka sukses merengkuh trofi pada edisi 2022 lalu. Dari pantauan redaksi, euphoria kelolosan ini menjadikan kesempatan besar bagi Argentina untuk mempertahankan gelar juara dunia dan mengukir tinta emas dalam sejarah sepak bola modern.
Menurut pengamat sepak bola, Bayu Ajianto, keberhasilan Argentina melaju ke final merupakan tantangan monumental yang luar biasa bagi Lionel Scaloni. "Jika Argentina bisa mempertahankan gelar, ini akan menjadi pencapaian yang monumental karena mereka harus menebus tiga kekuatan terbesar Eropa," ujar Bayu Ajianto dalam sesi podcast SUPER TAKTIK di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah. Pada babak final nanti, Argentina dijadwalkan akan menantang Spanyol di Stadion New Jersey, Amerika Serikat.
Namun, di balik kegembiraan lolos ke final, pengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa Argentina kini menghadapi masalah serius di luar lapangan. Perayaan kemenangan mereka dibayangi oleh potensi hukuman denda yang berat dari FIFA akibat aksi provokatif dan kontroversial dari sejumlah penggawa tim seusai peluit panjang dibunyikan.
Sejumlah pemain Argentina tertangkap kamera membentangkan spanduk bernada politik yang bertuliskan "Las Malvinas son Argentinas" atau yang berarti "Kepulauan Falkland adalah milik Argentina". Aksi ini dinilai sangat sensitif mengingat status wilayah tersebut masih menjadi sengketa historis yang mendalam antara pihak negara Argentina dan Inggris.
Berdasarkan laporan dari ESPN, pelatih Lionel Scaloni sebenarnya sejak awal sudah menegaskan kepada anak asuhnya agar tidak mengaitkan tensi pertandingan ini dengan konflik politik masa lalu terkait Kepulauan Falkland. Kendati demikian, luapan emosi yang tidak terbendung setelah membalikkan keadaan membuat para pemain tetap nekat melakukan aksi selebrasi kontroversial tersebut, yang kini berujung pada investigasi dan ancaman sanksi tegas dari otoritas tertinggi sepak bola dunia, FIFA.