Survei Axios menunjukkan sebanyak 27 persen responden berusia 18 hingga 34 tahun meyakini kehadiran kecerdasan buatan atau AI telah menyebabkan seseorang kehilangan pekerjaan. Kecemasan generasi muda terhadap disrupsi teknologi ini meningkat seiring masifnya adopsi sistem otomatisasi di berbagai sektor industri modern.
Berdasarkan pengamatan Kabayan News, fenomena ketakutan massal ini mencerminkan tingginya tingkat skeptisisme generasi muda terhadap stabilitas karier masa depan di tengah gempuran teknologi. Pengamat menilai adopsi teknologi sering kali dijadikan kambing hitam tunggal atas dinamika ekonomi yang sedang bergejolak.
Kendati kekhawatiran publik melonjak tinggi, data empiris dari studi Stanford University's Institute for Economic Policy Research justru menunjukkan fakta yang sangat berbeda. Angka pengangguran pada sektor pekerjaan yang memiliki tingkat paparan tertinggi terhadap AI hanya meningkat 0.77 persen sejak tahun 2022.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSebagai perbandingan objektif, tingkat pengangguran pada kelompok pekerja dengan paparan AI paling rendah justru mengalami kenaikan sebesar 0.85 persen dalam periode waktu yang sama. Tren agregat tersebut mengindikasikan pasar tenaga kerja mengalami pelunakan umum alih-alih kehancuran akibat gelombang pemutusan hubungan kerja berbasis AI.
Berdasarkan analisis Kabayan News, persepsi pesimistis anak muda turut memengaruhi pandangan ekonomi secara keseluruhan dengan hampir separuh responden menilai kondisi ekonomi nasional berada dalam kategori buruk. Generasi Lab CEO Cyrus Beschloss menyatakan anak muda cenderung bersikap negatif terhadap seluruh aspek ekonomi dan politik karena AI dianggap sebagai faktor disrupsi paling mudah disalahkan.
Studi lanjutan Stanford juga menegaskan bahwa tingkat pertumbuhan pekerjaan pada bidang yang sangat bergantung pada teknologi seperti pengodean perangkat lunak tetap menunjukkan tren positif. Bahkan, perusahaan yang mengadopsi enterprise AI mencatatkan pertumbuhan tenaga kerja hingga 10 persen dalam rentang waktu dua tahun setelah implementasi sistem tersebut.